Tiga Pemijat Plus-Plus Diamankan

356

Foto Aweb

NGEMPLAK SIMONGAN – Tiga wanita yang diduga sebagai pelayan pijat plus-plus di Jalan Simongan, Semarang Barat, diamankan petugas Satpol PP Kota Semarang, Senin siang (20/10) kemarin. Tidak hanya itu, tiga bangunan terpisah yang diduga menjadi tempat pijat turut dibongkar paksa.

Penertiban tersebut sepat menjadi tontonan warga dan pengguna jalan. Akibatnya arus lalu lintas tersendat. Sementara, tiga wanita yang tertangkap, langsung diamankan ke dalam mobil petugas untuk dibawa ke Mako Satpol PP. Selanjutnya akan diserahkan ke panti rehabilitasi di Solo.

Salah satu pemilik bangunan pijat, terlihat pasrah ketika bangunannya dibongkar paksa. Namun pihaknya tetap menginginkan perkakas yang ada di dalam warung tidak turut disita. ”Kalau dibongkar tidak apa-apa, saya ikhlas. Tapi barang-barang yang ada di dalam warung tidak usah dibawa,” pinta Katarina, 50, Senin (20/10) kemarin.

Menurut penelusuran Radar Semarang, bangunan tersebut sudah dimanfaatkan sejak empat tahun mulai 2010 silam. Bahkan, sang pemilik bangunan sudah mendapatkan keuntungan separo bagian dari hasil pelayanan pijat dari para pelanggan setiap harinya.

”Saya mendapat bagian separo dari tarif per orangnya. Kalau satu orang dapat Rp 50 ribu, nantinya dibagi dua. Dibagi antara pemijat dan pemilik tempat pijat. Sehari paling mendapatkan pelanggan 2-3 orang saja. Kami buka mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 21.00 dengan dua karyawan,” terangnya.

Ketika dimintai keterangan, Katarina berjanji tidak akan menggunakan tempatnya sebagai tempat pijat. ”Saya janji tidak akan menggunakan warung saya lagi sebagai tempat pijat. Nanti bisa dicek lagi. Saya bisa bertanggung jawab, bisa dicek. Cuma pembongkaran ini jangan dirusak,” harapnya.
Hal sama diungkapkan pemilik bangunan pada lokasi lain. ”Bangunan ini saya sewakan. Tapi penyewanya tidak ada di tempat. Saya juga tidak tahu,” ujar pemilik bangunan yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudjo Martantono yang ikut terjun ke lapangan mengatakan bahwa penindakan ini sudah sesuai SK Wali Kota Semarang terkait pemberantasan penyakit masyarakat (pekat).

”Berdasarkan informasi, ada tiga tempat ilegal yang diduga digunakan sebagai tempat pekat. Namun jika sudah ditertibkan dan 1-2 minggu kemudian digunakan tempat pijat lagi, akan kami bongkar lagi. Sementara, tiga wanita yang terjaring razia, akan kami bawa ke Mako Satpol PP dan kami serahkan ke Panti Rehabilitasi Solo untuk pembinaan,” pungkasnya. (mg9/ida/ce1)