Tanpa Salinan Putusan, Eksekusi Titik Terganjal

321

PLEBURAN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah mengaku masih kesulitan untuk mengeksekusi Titik Kirnaningsih, istri Wali Kota Salatiga yang menjadi terpidana kasus korupsi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga tahun 2008. Meski Mahkamah Agung (MA) telah menjatuhkan vonis dalam putusan kasasinya, salinan putusan tersebut belum juga diterima pihak kejaksaan.

”Sampai sekarang kami belum terima putusan resminya. Tanpa itu, kami tidak bisa melakukan eksekusi,” ungkap Asisten bidang Intelijen (Asintel) Kejati Jateng Jacob Hendrik P, Selasa (21/10).

Jacob menambahkan, sebenarnya pihak Kejati telah melakukan segala upaya untuk menindaklanjuti hal tersebut. Di antaranya adalah melayangkan surat khusus kepada MA terkait lamanya salinan putusan itu turun. Namun hingga saat ini belum juga ada tanggapan. ”Kami tidak tahu mengapa belum juga disampaikan ke kami. Kami ikut aturan saja,” imbuhnya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini Titik Kirnaningsih dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan melanggar pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU 31 tahun 1999 sebagaimana telah ditambahkan dalam UU 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Awal Februari 2014 lalu, MA dalam putusan kasasinya menolak permohonan kasasi Titik. Dalam perkara kasasi yang diputus majelis hakim agung Mohammad Askin didampingi Leopold Luhut Hutagalung dan Artidjo Alkostar, Titik dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, pidana denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan. Ia juga masih diwajibkan mengganti kerugian negara senilai Rp 2,5 miliar atau setara dengan hukuman pidana 2 tahun penjara.

Meski telah diputuskan, hingga sekarang yang bersangkutan belum juga ditahan. Kejaksaan beralasan belum mengantongi salinan putusan tersebut meski putusan itu telah diumumkan di laman MA. Hal itu merujuk pada Pasal 270 KUHAP yang menyatakan bahwa pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan oleh jaksa setelah panitera mengirimkan salinan surat putusan kepadanya. (fai/ton/ce1)