OJK Dorong BPR Tingkatkan Modal

388

SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menerapkan modal minimal untuk Bank Perkrediatan Rakyat (BPR) pada 2015 mendatang. Karena itu, OJK terus mendorong pemegang saham atau pemilik Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Tengah untuk menambah jumlah modal.

Ketua OJK Regional Jateng-DIY, Y Santoso Wibowo mengatakan, penerapan modal minimal bagi BPR itu akan ditentukan sesuai dengan zonasi. Ada yang berkisar antara Rp.4 miliar, Rp 6 miliar atau Rp 8 miliar dan seterusnya. “Diperkirakan kota – kota besar seperti Semarang, rencananya akan diterapkan modal minimal Rp10 miliar. Dengan perkiraan tersebut, sekitar 50 persen BPR di Jawa Tengah belum memenuhi syarat,” terangnya.

Kendati aturan itu direncanakan berlaku tahun 2015 mendatang, ucapnya, namun OJK memberikan waktu bagi BPR untuk memenuhi aturan batas minimal permodalan. Bagi BPR yang belum mampu memenuhi ketentuan tersebut, maka dilarang untuk membagikan deviden kepada pemilik atau pemegang saham. “BPR yang belum memenuhi ketentuan tidak boleh bagikan deviden. Atau kita dorong agar pemilik menambah modal,” ujarnya.

Santoso menambahkan, aturan ini diharapkan bisa membantu BPR meningkatkan daya saingnya. Apalagi Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015 mendatang. “Kalau nanti lembaga keuangan asing masuk kesini, mereka diharapkan siap. Karena kalau tidak siap, mereka yang rugi,” tandasnya. (dna/smu)