Sampah Penuhi Sudut Kota

645
BELUM TERANGKUT: Sampah masih banyak tercecer di bawah jembatan tol Kaligawe sangat merusak pemandangan. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)
BELUM TERANGKUT: Sampah masih banyak tercecer di bawah jembatan tol Kaligawe sangat merusak pemandangan. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)
BELUM TERANGKUT: Sampah masih banyak tercecer di bawah jembatan tol Kaligawe sangat merusak pemandangan. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)

GAYAMSARI – Sejumlah titik di Kota Semarang masih dipenuhi sampah. Minimnya tempat pembuangan sementara dan minimnya kesadaran masyarakat membuat sampah menumpuk di tempat tak semestinya, hal itu sangat mengganggu keindangan kota.

Tidak heran jika kondisi tersebut dikeluhkan oleh masyarakat sekitar. Oktaviani Puspitasari, warga Kelurahan Kaligawe misalnya, mengatakan tumpukan sampah di pinggir sepanjang jalan Kaligawe masih banyak yang berserakan. Hal tersebut dikarenakan, sampah-sampah tersebut terbawa rob yang hampr setiap hari memasuki kawasan itu. ”Ditambah dengan sampah dari warga sekitar yang membuang sampah dibawah jembatan pintu masuk tol Kaligawe. Terkadang bagi warga yang peduli ada yang membakar tumpukan sampah-sampah tersebut,” kata Oktaviani, Rabu (22/10).

Pengamatan Radar Semarang, di sepanjang pinggir jalan Kaligawe masih banyak dihuni oleh sampah-sampah rumah tangga dan yang lebih memprihatinkan, sampah-sampah tersebut dibuang di kubangan-kubangan air di sepanjang pinggir Jalan Kaligawe.

Pakar lingkungan Universitas Diponegoro, Sudharto mengatakan, persoalan sampah di Kota Semarang merupakan persoalan klasik yang kini masih menjadi momok. Segala upaya yang dilakukan pemerintah terkait penanganan sampah tersebut nampaknya belum bisa menghilangkan budaya buang sampah sembarangan di warga Kota Semarang. ”Pengelolaan sampah juga harus tepat, yaitu bisa menggunakan sanitary landfill atau paling tidak menggunakan controlled landfill. Apalagi Kota Semarang mendapat Adipura,” kata Sudharto.

Meski truk-truk pengangkut sampah setiap hari berseliweran mengambil sampah-sampah, kendati demikian masih banyak sampah-sampah di darat Kota Atlas yang belum tersentuh. Banyak dedaunan dan plastik yang ikut terbang terbawa angin. ”Sampah plastik di jalan banyak yang beterbangan. Entah itu sampah yang tercecer dari truk bak sampah, atau justru sampah yang dibuang sembarangan,”’ kata Muhammad Rifqi, warga Kelurahan Sawah Besar.

Patar Simanjuntak, Kabid Operasional Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang mengaku penanganan sampah di daerah pinggiran Kota Semarang masih belum maksimal. Namun, untuk daerah perkotaan dia menjamin akan kebersihannya. Sementara itu untuk TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang ada, seharusnya dilakukan penambahan lokasi. Namun, sering kali rencana itu gagal lantaran ada penolakan pada warga yang tidak menginginkan terkena polusi udara dari sampah. ”Ya akhirnya kami maksimalkan TPS yang ada terlebih dahulu,” ujarnya. Untuk menyiasati hal itu, Patar menyiapkan empat unit truk kontainer sampah keliling. (ewb/zal/ce1)