Sekarang, Buat SIM Bayar di Bank

425
Adit/Radar Semarang
Adit/Radar Semarang
Adit/Radar Semarang

SEMARANG UTARA – Satlantas Polrestabes Semarang ternyata sudah menerapkan kebijakan baru dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Kalau dulu proses pembayaran biaya pembuatan SIM secara manual kepada aparat kepolisian, sekarang sudah lebih transparan dengan mewajibkan pembayaran di lembaga perbankan, yakni Bank Republik Indonesia (BRI).

Hal tersebut terungkap berdasarkan pantauan Radar Semarang di lokasi pembuatan SIM di kantor Satlantas Polrestabes Semarang, kawasan Kota Lama Semarang, Rabu kemarin (22/10). Salah seorang pendaftar SIM, Dwi, 21, warga Tlogosari, Pedurungan, mengaku puas dengan pelayanan pembuatan SIM melalui sistem baru ini.

Apalagi sebelum proses pembuatan SIM dilakukan, masyarakat akan mendapatkan penjelasan khusus dari Polwan-Polwan cantik yang memang disediakan di lobi Pojok Edukasi. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat akan diberikan pembekalan praktis melalui tutorial dan DVD terkait proses pembuatan SIM, mulai sebelum ujian SIM hingga selesai.

”Saya mendapatkan penjelasan secara detail dari Polwan. Diberikan tutorial dan video CD mengenai cara-cara ujian praktik. Bisa dipelajari di rumah, kalau sudah siap, bisa langsung ikut ujian praktik. Setelah lulus, bayarnya lewat bank BRI, Rp 100 ribu,” katanya.

Saat ini dirinya sudah berhasil lulus mendapatkan SIM C dengan waktu cepat. ”Ya sempat takut pas mau ujian. Rintangan pertama yang harus dilewati adalah jalur zig-zag. Paling sulit saat menempuh rintangan menghentikan laju motor tepat pada garis putih, lalu menurunkan kaki kiri sebagai tumpuan. Kalau enggak bisa menjaga keseimbangan, bisa jatuh,” katanya.

Begitu pun Muhammad Hadi Nugroho, 17, pelajar SMAN 9 Semarang. ”Saya sangat terbantu dengan adanya petunjuk tutorial yang dijelaskan oleh petugas. Ini sangat bagus,” katanya.

Dia mengakui, ujian SIM kesulitannya berada pada ujian praktik. Namun jika dilakukan dengan cara benar, hal itu bisa dilakukan dengan mudah. ”Ujian praktiknya memang cukup sulit, tapi ya memang mengajarkan supaya berhati-hati dalam berkendara,” ungkapnya.

Ketika hal tersebut dikonfirmasikan kepada Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Santoso, kebijakan tersebut sengaja diterapkan, menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait persoalan pembuatan SIM. ”Kami berusaha membuat terobosan yang kami beri nama Pojok Edukasi,” katanya.

Melalui Pojok Edukasi tersebut, imbuhnya, masyarakat yang hendak mendaftar pembuatan SIM akan dibantu dengan penjelasan secara detail oleh petugas Pojok Edukasi. ”Sehingga hal itu bisa dipelajari ataupun dibawa pulang ke rumah. Kalau sudah siap ujian, masyarakat tinggal berangkat, tidak dipungut biaya. Karena nanti bayarnya setelah lulus melalui bank,” paparnya.

Pihaknya juga membuka kotak kritik dan saran dari masyarakat. Jika menemukan keluhan bisa ditulis di kotak saran tersebut. ”Sejauh ini, selama sistem ini diterapkan belum ada keluhan dari masyarakat,” katanya.

Sistem baru tersebut, katanya, sebagai salah satu upaya mensterilkan para calo, ataupun praktik pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan petugas. Kami juga melibatkan anggota Provost dari Polrestabes Semarang, untuk mengawasi para anggota yang terindikasi melakukan pungli,” katanya.

Petugas Provost berjaga mulai dari pos depan, pengambilan formulir, ruang tunggu, ruang uji teori dan monitor, serta di lapangan uji praktik. ”Kami berusaha mensterilkan Satlantas Polrestabes Semarang dari praktik percaloan,” katanya.

Dijelaskan pula, alokasi waktu pengurusan SIM ditargetkan hanya butuh waktu 170 menit. Dalam waktu sehari bisa melayani sekira 70 pendaftar SIM. Satu kali ujian SIM C 10 menit. Sedangkan untuk SIM A 20 menit. ”Bagi yang lulus bisa langsung bayar di bank BRI. Kami berharap, dengan sistem pembuatan SIM seperti ini, masyarakat tidak resisten lagi dengan ujian SIM,” katanya. (mg5/ida/ce1)