Sampai 2015, Lapangan Simpang Lima Ditutup

512
REHABILITASI LAPANGAN: Rumput yang menghampar di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang terlihat kurang terawat dengan baik dan sangat gersang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
REHABILITASI LAPANGAN: Rumput yang menghampar di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang terlihat kurang terawat dengan baik dan sangat gersang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
REHABILITASI LAPANGAN: Rumput yang menghampar di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang terlihat kurang terawat dengan baik dan sangat gersang. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SIMPANGLIMA – Kondisi Lapangan Pancasila atau Simpang Lima semakin memprihatinkan. Rumput lapangan tidak terawat dengan baik dan terlihat gersang. Oleh karena itu, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang berencana melakukan rehabilitasi rumput lapangan. Konsekuensinya, lapangan akan ditutup dari semua aktivitas hingga 2015.

Kepala DKP Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki menyatakan bahwa penutupan Lapangan Simpang Lima akan dilakukan mulai Senin (27/10) hingga awal tahun 2015. Dengan kebijakan tersebut, otomatis semua kegiatan yang terpusat di Simpang Lima akan dialihkan ke tempat lain. Termasuk pesta akhir tahun 2014 menyambut tahun baru.

”Kondisi Lapangan Simpang Lima sekarang gundul. Kami akan membenahi dengan penanaman rumput kembali. Rencananya rehabilitasi rumput akan dilakukan Senin besok. Kawasan lapangan akan ditutup dengan pembatas,” tegas Ulfi kepada Radar Semarang, kemarin (23/10).

Menurut Ulfi, rehabilitasi rumput akan memakan waktu cukup lama. Karena semua proses harus dimulai dari awal. Yakni pencangkulan tanah, penanaman benih rumput, hingga perawatan (penyiraman dan pemupukan). ”Jenis rumput yang akan kami pakai, kalau tidak gajah ya rumput Jepang,” terangnya.

Meski begitu, lanjut mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup itu, masyarakat masih bisa beraktivitas di kawasan Simpang Lima, seperti di trotoar dan lingkar luar. ”Penutupan khusus di lingkar dalam lapangan. Jadi masyarakat masih bisa memanfaatkan trotoar lingkar luar lapangan,” ujarnya.
Perayaan tahun baru juga tidak bisa dipakai. ”Jadi kemungkinan pusat perayaan akhir tahun itu akan dipindah ke kawasan Banjir Kanal Barat (BKB),” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Masdiana Safitri menyatakan bahwa untuk perayaan akhir tahun pihaknya sudah menyiapkan tempat alternatif. Sehingga penutupan Lapangan Simpang Lima tersebut tidak memengaruhi kemeriahan perayaan tahun baru.
”Kami banyak tempat alternatif, misal di BKB, depan Balai Kota, kawasan Kota Lama, dan titik lain. Dan kami memang sudah tidak melakukan setting perayaan di Simpang Lima. Kawasan tersebut sudah tidak untuk tahun baru,” terangnya.

Meski begitu, pihaknya akan merapatkan kembali dengan pihak terkait. ”Kami belum bisa menentukan pusatnya di mana. Tapi kami harapkan perayaan tidak hanya terpusat di satu dua titik, kami koordinasi dengan kecamatan agar menyelenggarakan kegiatan bisa memecah keramaian perayaan,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Sugihartono berharap rehabilitasi rumput Lapangan Simpang Lima juga diimbangi dengan perawatan secara rutin. ”Kalau direhabilitasi tapi setelah itu digunakan untuk event yang bisa merusak rumput, ya sama saja. Jadi harus ada perawatan rutin. Kalau memang lapangan itu tidak boleh untuk kegiatan yang sifatnya mendatangkan massa banyak, ya harus konsisten,” tandasnya. (zal/ida/ce1)
c