Siapkan Rp 22 M untuk Pasar Peterongan

318
ADIT/Radar Semarang
ADIT/Radar Semarang
ADIT/Radar Semarang

BALAI KOTA – Pemkot Semarang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 22 miliar untuk revitalisasi Pasar Peterongan di tahun 2015. Mengingat kondisi pasar saat ini sudah jauh dari kata layak. Proses tahun ini masih menyelesaikan Detail Engineering Design (DED).

”Kami sudah melakukan berbagai kesiapan yang salah satunya nantinya untuk penyediaan tempat sementara bagi para pedagang. Kini masih menunggu DED yang hampir jadi, diperkirakan sebelum tahun 2015 DED itu sudah jadi,” ungkap Kepala Dinas Pasar, Trijoto Sardjoko, kepada Radar Semarang, Kamis, (23/10) kemarin.

Pihaknya mengklaim tengah melakukan berbagai sosialisasi terhadap para pedagang terkait rencana pembangunan pasar baru Peterongan. Termasuk mengundang para pedagang untuk membahas relokasi tempat sementara.
”Kalau dari kami, alternatif tempat relokasi sementara kita pusatkan di daerah Kedondong, namun alternatif tempat tersebut adanya penolakan dari para pedagang di Kedondong. Selain itu, dari pihak pedagang Pasar Peterongan jugan menolak karena tempat tersebut jauh, mereka khawatir akan kehilangan pelanggan,” terangnya.

Sementara, Kabid Pengaturan dan Penertiban, Bachtiar mengatakan penampungan pedagang di Pasar Peterongan nantinya ditempatkan di belakang pasar tersebut. sedangkan pembangunan pasar baru Peterongan yang dimulai pada tahun 2015 dipastikan akan selesai pada akhir tahun 2015.
”Pasar Peterongan merupakan salah satu prioritas yang mendesak dan harus dilakukan pembangunan. Sehingga persiapan harus kita mulai dari sekarang,” ujarnya. ”Seperti tempat relokasi, jadi pada saat pembangunan sudah dimulai tidak ada pedagang yang masih berada di tempat tersebut. Selain mengganggu proses pengerjaan pembangunan dikhawatirkan juga akan mengganggu lalu lintas,” ucapnya.

Bachtiar menambahkan, jumlah pedagang yang sudah masuk dalam Dinas Pasar tercatat 652 pedagang di dalam Pasar Peterongan ditambah Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai dari Sri Ratu hingga Lampu Merah Peterongan sebanyak 118 pedagang. Selain itu di Pasar Lamper sementara tercatat 300 pedagang.

”Jumlah pedagang yang berada di Lamper kan itu modelnya on off bisa dikatakan hampir beraktivitas 24 jam. Sebelumnya Dinas Pasar juga sudah memberi batas peringatan kepada para pedagang di Lamper supaya kalau beraktivitas mulai tengah malam hanya sampai pukul 06.00 pagi saja, jangan lebih supaya tidak mengganggu aktivitas lalu lintas,” tegasnya. (mg9/zal/ce1)