Sulit Pilih Lawan

869
ANDALAN: Hari Nur Yulianto saat mencetak gol ke gawang Persiwa, Rabu (19/10) lalu di Stadion Jatidiri. Dia akan jadi andalan PSIS di babak semi final nanti. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
ANDALAN: Hari Nur Yulianto saat mencetak gol ke gawang Persiwa, Rabu (19/10) lalu di Stadion Jatidiri. Dia akan jadi andalan PSIS di babak semi final nanti. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
ANDALAN: Hari Nur Yulianto saat mencetak gol ke gawang Persiwa, Rabu (19/10) lalu di Stadion Jatidiri. Dia akan jadi andalan PSIS di babak semi final nanti. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PSIS kesulitan memilih lawan di semi final kompetisi Divisi Utama 2014 mendatang. Semua tergantung hasil pertandingan pamungkas babak 8 Besar di mana PSIS akan melawan PSS Sleman, Minggu (26/10) lusa di kandang PSS.

Meski masih menyisakan satu laga, PSIS memang telah memastikan lolos semi final. Laga terakhir itu akan menentukan bagi PSIS maupun PSS akan lolos sebagai juara atau runner-up Grup N yang nantinya posisi itu akan menentukan dengan siapa mereka bertemu pada babak semi final.

Semi final menggunakan sistem silang, di mana juara Grup N akan bertanding melawan runner-up Grup P, serta sebaliknya. Di Grup P, pertarungan perebutan dua tiket ke semi final masih cukup ketat. Tiga tim yaitu Martapura FC (8 poin), Pusamania Borneo FC (7 poin) serta PSCS Cilacap (7 poin) masih harus bertarung hingga laga terakhir untuk memperebutkan dua tiket ke semi final. Namun di laga terakhir yang juga akan digelar Minggu (26/10) besok, Martapura dan Borneo FC paling berpeluang lolos ke semi final mengingat mereka akan berlaga di kandang.

Bila keduanya sama-sama menang, maka Martapura akan menjadi juara grup dan Borneo FC sebagai runner up. Nah, bila di laga terakhir PSIS mampu menahan seri maka Fauzan Fajri akan menjadi juara grup dan bertemu dengan Borneo FC. Bila PSIS kalah, maka akan bertanding melawan Martapura di semi final.

Manajer tim PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto mengatakan, harapan PSIS dan seluruh masyarakat Kota Semarang agar PSIS berlaga di ISL musim kompetisi depan sudah makin dekat. Karena itu butuh strategi yang jitu, agar ISL yang sudah di depan mata jangan sampai lepas begitu saja karena salah perhitungan. Kecermatan berhitung tersebut sangat penting, mengingat semi final kemungkinan hanya dilakukan sekali dan rencananya digelar di tempat netral. Hanya pemenang semi final yang atau finalis yang berhak lolos ke ISL.

“Menurut saya semua kemungkinan masih bisa terjadi. Karena itu pertandingan terakhir besok masih cukup menentukan. Kami akan melakukan rapat untuk mengatur strategi ke depan termasuk di babak semi final besok,” kata Liluk.

Liluk ditemui kemarin mengakui PSIS sulit memilih lawan. Satu-satunya jalan, adalah PSIS harus siap untuk bertarung di babak semi final, apapun lawannya. Dia akan minta pada para pemain untuk berjuang habis-habisan. “Yang penting anak-anak juga harus tetap fokus, kerja keras karena di semi final tentu semua tim juga akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Soal lawan, saya kira Martapura maupun Borneo sama-sama kuat,” sambung Liluk.

Mengenai format semi final, Liluk mengatakan saat ini PSIS belum menerima pemberitahuan resmi dari PT Liga Indonesia soal wacana perubahan tersebut. “Kabar home tournament itu baru sebatas lisan. Namun prinsipnya kami sangat mendukung format home tournamen dengan pertimbangan dari sisi finansial kami bisa sedikit berhemat,” pungkas Liluk kemarin. (bas/smu)