Suporter Tewas Akibat Luka Tusuk

320

SEMARANG – Suporter Persis Solo warga Boyolali, Joko Priyanto, 34, yang tewas saat kerusuhan di Stadion Manahan Solo, Rabu (22/10) sore kemarin, dinyatakan Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng, akibat luka tusuk senjata tajam di dada bagian kanan. Bahkan luka tersebut menembus hingga paru-paru korban.

Hal itu diketahui setelah dilakukan proses otopsi di RS Bhayangkara, Semarang, Kamis (23/10), mulai pukul 04.00 hingga 06.00. ”Ada lukas bekas tusukan sedalam 8 sentimeter hingga menembus paru-paru,” ungkap Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes Rini Muliawati kepada wartawan, kemarin.
Selain itu, dokter juga menemukan sejumlah luka lecet dan memar akibat pukulan di tangan kiri korban. ”Temuan luka tersebut merupakan hasil akhir,” ungkapnya.

Pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban sejak tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 03.30. Setelah selesai dilakukan otopsi, jenazah korban dikembalikan kepada pihak keluarga. ”Sekitar pukul 07.00, jenazah dibawa ke rumah duka di Boyolali,” kata Rini.

Sebelumnya, dalam kerusuhan di Stadion Manahan tersebut, hampir 15 anggota polisi juga mengalami luka-luka. Korban tewas akibat dikeroyok sesama suporter lantaran dikira intel yang menyusup. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Selain korban tewas dan puluhan korban luka, truk milik Polresta Surakarta hancur dirusak suporter yang beringas. Selain itu, sebuah sepeda motor dinas polisi jenis KLX dibakar. Kerusuhan tersebut terjadi sesaat setelah ribuan suporter tidak puas dengan kepemimpinan wasit pertandingan Persis vs Martapura FC. Para suporter merangsek masuk ke area lapangan berhadapan dengan aparat. (mg5/ida/ce1)