Laga Digelar di Lapangan AAU

341
SELANGKAH LAGI: PSIS menjalani latihan terakhir di Stadion Jatidiri Semarang sore kemarin sebelum bertolak menuju Sleman pagi ini. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
 SELANGKAH LAGI: PSIS menjalani latihan terakhir di Stadion Jatidiri Semarang sore kemarin sebelum bertolak menuju Sleman pagi ini. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SELANGKAH LAGI: PSIS menjalani latihan terakhir di Stadion Jatidiri Semarang sore kemarin sebelum bertolak menuju Sleman pagi ini. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Laga pamungkas babak delapan besar Grup N antara PSS versus PSIS Semarang Minggu (26/10) besok dipastikan tidak akan digelar di home base PSS Sleman, yakni Stadion Maguwoharjo, Sleman. Pihak kepolisian setempat hingga kemarin tidak mengeluarkan izin pertandingan.

Kemungkinan, PSS akan menggunakan lapangan milik Akademi Angkatan Udara (AAU) Adi Sutjipto Yogyakarta dan digelar tanpa penonton. Sekretaris Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan kandang PSS Ediyanto, mengatakan alasan Polres Sleman enggan memberi izin cukup dimengerti. Seperti diketahui, kelompok suporter PSS Sleman saat ini sedang dalam pantauan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait insiden mereka dengan kelompok suporter PSCS Cilacap beberpa waktu lalu.

Hal itu ditambah insiden meninggalnya suporter Persis Solo saat pecahnya kericuhan yang melibatkan suporter dengan polisi, Rabu (22/10) di Stadion Manahan Solo. Kondisi itu makin membuat pihak keamanan berat memberikan izin. “Surat penolakan dari Kapolres penting bagi kami sebagai dasar untuk disampaikan ke PT Liga Indonesia untuk memproses pengajuaan stadion pengganti yaitu Stadion AAU Adisutjipto,” kata Ediyanto.

Sementara terkait pemindahan tempat pertandingan disertai tanpa penonton tersebut di satu sisi memang cukup menguntungkan bagi tim tamu PSIS. paling tidak, Fauzan Fajri dkk tidak merasakan tekanan atmosfir suporter tuan rumah yang dikenal cukup fanatik.

PSIS Sendiri akan bertolak menuju Sleman pagi (25/10) ini. Pelatih Eko Riyadi mengatakan, meski laga versus PSS besok tidak lagi menentukan lantaran timnya telah memastikan diri lolos ke babak semifinal. “Kami akan tetap fight di pertandingan lawan PSS. Saat ini secara tim hanya tinggal melihat kondisi tiga pemain yaitu Fauzan Fajri, Julio Alcorse dan Welly Siagian yang sebelumnya mengalami cedera,” terang Eko.

Eko ditemui di Stadion Jatidiri kemarin juga meminta kepada anak-anak PSIS untuk tampil tanpa beban menghadapi PSS meski di satu sisi hasil laga besok sore akan menentukan bagi kedua tim untuk lolos sebagai juara atau runner up Grup N. (bas/smu)