Siswa SMPN 7 Ditemukan Tewas

411

TANJUNG EMAS – Seorang pelajar SMPN 7 Semarang, ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di tepi Pantai Sangklak, Kelurahan Panggung Lor, Tanjung Emas, Semarang Utara, Jumat sore (24/10). Korban diketahui bernama Andika Radya Pratama.

Saat ditemukan, jasad siswa kelas 9 yang tinggal di RT 03/RW I Kampung Panggung Mas I Nomor 115 Semarang Utara, tersebut terbujur dengan posisi telentang di atas bebatuan di bibir pantai. Kondisi korban juga masih mengenakan seragam lengkap, yakni celana panjang warna biru, baju putih dengan atribut sekolahnya, dan mengenakan sepatu.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang, jasad Andika kali pertama ditemukan oleh seorang pemulung yang mengais sampah di sekitar lokasi kejadian, sekitar pukul 15.00. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Semarang Utara.

”Kondisinya sudah membusuk, kedua matanya sudah melepuh,” ungkap Suharto, salah seorang anggota Bankom Polrestabes Semarang, di lokasi kejadian, kemarin.

Tak lama setelah dilaporkan, tim Polsek Semarang Utara dan Polrestabes Semarang, tiba di lokasi kejadian langsung melakukan identifikasi. Jasad korban dievakuasi.

Kapolsek Semarang Utara, AKP Muhammad Ridwan mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan termasuk memeriksa keterangan sejumlah saksi, untuk mengetahui penyebab kematian Andika. ”Jenazah korban sudah dibawa ke RSUP Dr Kariadi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Ditanya apakah pelajar SMP tersebut ada indikasi menjadi korban pembunuhan? Ridwan mengaku belum bisa menyimpulkan. Mengenai luka melepuh di tubuh korban, pihaknya juga mengaku masih melakukan pendalaman. ”Itu bekas penganiayaan atau terkena karang, belum diketahui. Kami masih menunggu hasil visum dari RSUP Dr Kariadi,” katanya.

Ridwan mengakui, pihaknya menerima adanya informasi bahwa siswa tersebut dilaporkan hilang dalam beberapa hari sebelumnya. ”Informasinya ada laporan orang hilang, tapi itu di Polsek Semarang Barat. Kami cek dulu,” katanya.

Dugaan sementara, Andika tewas akibat tenggelam, sebelum akhirnya terbawa ombak hingga terdampar di bibir pantai.
Sedangkan menurut penuturan orang tua korban, Andika sempat berpamitan kepada orang tuanya pada Rabu (22/10) lalu. Andika meminta izin pergi ke pantai untuk memotret sunset. ”Sejak tiga hari lalu, Andika tidak pulang,” kata orang tua korban yang enggan namanya disebut.

Hingga Jumat (24/10) sore, pihak orang orang tua korban menerima kabar anaknya ditemukan meninggal. Tentu saja, kabar mengagetkan itu membuat orang tua korban histeris.

Kedua orang tua korban langsung menuju ke lokasi penemuan mayat di Pantai Sangklak Tanjung Emas, Semarang. Isak tangis tak terbendung lagi mendapati anak tercintanya terkapar tak bernyawa dengan posisi telentang di atas bebatuan di bibir pantai. Terlebih kondisinya sudah membusuk dengan matanya melepuh. ”Dia sempat pamitan pergi. Pikir saya, dia pergi untuk memotret sunset di pantai,” ungkapnya kepada wartawan di lokasi kejadian.

Saat orang tuanya mengecek, tas serta sepedanya sudah tidak ada. Dijelaskan, Andika memang mempunyai hobi fotografi. Ia sering pergi ke pantai untuk memotret suasana alam, termasuk memotret sunset saat senja hampir tenggelam.

Andika saat pergi naik sepeda onthel merek Polygon warna hitam, serta membawa telepon genggam merek Nokia. Setelah diketahui tidak kembali ke rumah, pihak orang tua korban melapor ke kantor polisi pada Rabu (22/10), lalu.

Dalam laporan anak hilang tersebut, Andika diinformasikan mempunyai ciri-ciri tinggi badan 165 sentimeter dengan berat badan 45 kilogram, serta berperawakan kurus. (mg5/ida/ce1)