Tagih Janji Hari Santri

353
TAGIH JANJI : Para mahasiswa PMII Demak saat berdemo di DPRD Demak untuk menagih janji Jokowi yang belum mencanangkan Hari Santri Nasional pada 1 Muharram ini. (Wahib pribadi/pekalongan pos)
TAGIH JANJI : Para mahasiswa PMII Demak saat berdemo di DPRD Demak untuk menagih janji Jokowi yang belum mencanangkan Hari Santri Nasional pada 1 Muharram ini. (Wahib pribadi/pekalongan pos)
TAGIH JANJI : Para mahasiswa PMII Demak saat berdemo di DPRD Demak untuk menagih janji Jokowi yang belum mencanangkan Hari Santri Nasional pada 1 Muharram ini. (Wahib pribadi/pekalongan pos)

DEMAK – Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Demak, kemarin, melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD setempat, Jalan Sultan Trenggono. Mereka menagih janji Presiden Jokowi terkait belum dicanangkannya Hari Santri Nasional yang mestinya jatuh pada 1 Muharram ini.

Ketua PC PMII Demak, Dian Anggi Prasetyo menegaskan, Jokowi harus memenuhi janjinya dalam menetapkan Hari Santri tersebut. “Kita ingin janji Presiden Jokowi saat kampanye dulu direalisasikan segera. Apalagi, ini sudah masuk bulan Muharram,” ujar dia, kemarin. Para mahasiswa yang berdemo menenteng foto Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla itu kontan menarik perhatian para anggota dewan yang sedang ngantor di gedung dewan. Mereka tersenyum melihat aksi mahasiswa tersebut. Sebab, mereka juga menyalakan lilin sebagai penanda pelita kehidupan dan semangat para santri dalam membangun bangsa.

Untuk menyalurkan aspirasi mereka, para mahasiswa langsung ditemui para pimpinan dewan. Yakni, Ketua DPRD Nurul Muttaqin, dan tiga wakilnya Budi Ahmadi, Masykuri, serta Fahrudin Bisri Slamet. Namun, lantaran waktu unjuk rasa mepet dengan salat Jumat, akhirnya, para mahasiswa hanya menyerahkan surat terbuka untuk Jokowi. Surat tulisan tangan berbahasa Arab ini dititipkan melalui pimpinan DPRD agar disampaikan ke Presiden Jokowi di Jakarta.

“Kami terima suratnya. Tapi, perlu diketahui bahwa pimpinan DPRD ini ada dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Yang dari KIH, hanya saya dari PKB dan Pak Slamet dari PDIP,” ungkap Nurul Muttaqin mengundang gelak tawa mahasiswa. Menurut Nurul, pihaknya segera mengirimkan surat untuk presiden tersebut secepatnya. “Mudah-mudahan segera dijawab Pak Presiden,” ungkap Nurul. (hib/ric)