Sederhana dan Jujur, Suka Kumpul Bareng Warga

424
NURCHAMIM/RADAR SEMARANG

NURCHAMIM/RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/RADAR SEMARANG


Rektor terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang periode 2014-2018 Prof M. Nasir dipilih oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada Kabinet Kerja periode 2014-2019.

BEGITU M. Nasir diumumkan menduduki posisi menteri di kabinet Presiden Jokowi, rumah pria yang tinggal di Jalan Gondang Barat IV No 20 RT 03 RW 01 Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, langsung diserbu wartawan. Namun sayang, rumah tersebut sudah kosong dan sepi sejak beberapa hari terakhir. Menurut kabar, seluruh keluarganya sudah turut diboyong ke Jakarta sejak beberapa hari lalu.

Ketika Radar Semarang berbincang dengan tetangga dekatnya, M. Nasir yang tinggal sejak dua tahun lalu ini dikenal cukup baik di lingkungannya. ”Meski memiliki banyak kesibukan, namun jika ada waktu luang, pasti kumpul-kumpul bareng warga,” ujar dr Haryo Teguh yang menempati rumah persis di sebelah rumah Nasir, kemarin.

Sebagai tetangga M. Nasir, Haryo mendukung penuh ditunjuknya M. Nasir menjadi menteri. Ia berharap M. Nasir dapat menjalankan amanah yang diberikan tersebut. ”Semoga membawa kemajuan bagi daerah sini, Undip, dan Indonesia pada umumnya. Ya semoga membawa keberkahan,” ujarnya.
Demikian halnya dengan yang diungkapkan oleh Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Bulusan Suwarno. Menurutnya, M. Nasir banyak memberikan kesan baik terhadap tetangga sekitar.

Menurutnya, M. Nasir memiliki kepedulian yang cukup tinggi pada sesama. Di antaranya dengan menampung mahasiswa yang membutuhkan bantuan. ”Pak Nasir itu memiliki anak asuh yang tinggal di rumahnya. Ada sekitar enam orang, yang terdiri atas empat putri dan dua putra. Mereka diberikan syarat harus bisa mengaji dan mau mengajari ngaji,” ujarnya.

Para anak asuhnya itu pun selama tinggal di rumah Nasir juga diminta mengajari ngaji anak-anak kecil yang tinggal di lingkungannya. ”Tidak hanya di Kelurahan Bulusan saja, ada anak-anak ya, sekitar usia anak SD lah yang datang dari Kelurahan Keramas ngaji di rumah Pak Nasir,” ujarnya.

Sedangkan bagi dosen Fakultas Teknik Undip Semarang, Imam Buchori, menanggapi terpilih M. Nasir sebagai menteri, memang sudah semestinya. Di matanya, M. Nasir memiliki kemampuan dalam tata pengelolaan dan administrasi yang andal. M. Nasir juga kerap menjadi narasumber kegiatan seminar di berbagai daerah.

”Prof Nasir itu hebat. Selain pintar tata kelola administrasi keuangan, juga arsitek kampus Undip pertama kali. Menurut pribadi saya, posisi menteri itu pantas sekali,” ungkapnya.

Menurutnya, M. Nasir memiliki karir yang cukup gemilang. Prestasinya bisa dicatat, selain sempat menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi, langsung menanjak menjadi Pembantu Rektor II Undip hingga akhirnya terpilih sebagai Rektor pada periode 2014-2018. Kendati begitu, kepribadian M. Nasir hampir serupa dengan sosok Presiden Joko Widodo, yakni sama-sama memiliki kesederhanaan dan gurauan yang khas.

”Prof Nasir memiliki kedekatan dengan para mahasiswa. Banyak mahasiswa yang bilang kalau Prof Nasir dosen yang gaul, tidak kaku dan senang bercanda. Begitu juga dengan kepribadian istrinya, bisa dibilang sama dengan Prof Nasir,” imbuhnya.

Setelah terpilih sebagai menteri, kini pihaknya berharap adanya terobosan baru dalam pengelolaan administrasi keuangan negara dan tata kelola perguruan tinggi. Pasalnya, selama ini tatakelola administrasi keuangan seperti laporan pertanggungjawaban keuangan penelitian dinilai masih terlalu rumit.

”Banyak yang mengeluhkan hal itu. Bahkan sistem kegiatan lelang pengadaan di tingkat perguruan tinggi disamakan dengan sistem lelang yang dilakukan pada badan usaha atau dinas. Harapan kami, nantinya kalau bisa ada aturan khusus,” pungkasnya.

Kesan bangga dan suka cita juga disampaikan Ketua Prodi Humas Fisip Undip, Dr Adi Nugroho. M. Nasir adalah pribadi yang jujur, sederhana, cekatan dan memiliki kemampuan leadership yang mumpuni. Hal itu dibuktikan dengan terpilihnya dia sebagai Rektor Undip dengan suara mayoritas yang tak terkejar oleh yang lain.

Namun bagi Dr Adi yang dikenal sebagai Analis Komunikasi Politik Undip ini, terpilihnya M. Nasir ini tidak hanya karena kemampuannya. Tapi karena ada dukungan politik dari pihak keluarga yang juga petinggi partai politik. M. Nasir sangat dekat dengan kalangan ormas Nahdlatul Ulama (NU).

”Prof Nasir memiliki keunggulan komparatif. Memiliki hubungan saudara dengan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar. Istri Prof Nasir masih saudaranya Muhaimin Iskandar dan Ibu Sinta Nuriyah istrinya Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid),” tuturnya.

Untuk menjadi menteri di era saat ini, tandasnya, harus ada dukungan politik. Tanpa itu, kurang mendongkrak. ”Bahkan Prof Sudharto P. Hadi, mantan Rektor Undip yang sempat disebut-sebut akan menjadi menteri, akhirnya tidak. Saya rasa ini karena kurang adanya dukungan politik,” analisisnya.

Terkait jabatan Rektor Undip yang kosong, Dr Adi akan mendorong segera dilakukan pemilihan rektor lagi. ”Dalam pemilihan rektor berikutnya, proses pemilihannya juga harus diubah,” tuturnya. (dna/mg9/ida/ce1)