Tertangkap Basah, Pelaku Curanmor Dibekuk

550
CURANMOR : Pelaku curanmor Sugiyanto diinterogasi oleh Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
CURANMOR : Pelaku curanmor Sugiyanto diinterogasi oleh Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
CURANMOR : Pelaku curanmor Sugiyanto diinterogasi oleh Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Pencurian kendaraan bermotor khususnya roda dua semakin merajalela. Berbagai modus dilakukan oleh pelaku, mulai dari melakukan perampasan di tempat sepi, pencurian di rumah, maupun tempat keramaian.

Penyidik Polres Kendal, mengungkap pelaku pencurian kendaraan roda dua dengan sasaran adalah para petani. Yakni pelaku mencuri kendaraan petani yang diparkir di tepi jalan. Hal tersebut dilakukan Sugiyanto, 32, warga Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Ia terpergok oleh korban saat menjalankan aksi pencurian sepeda motor di pinggir jalan area persawahan Desa Purwogondo, Kecamatan Boja.

Korban Assari, 19, warga Desa Purwogondo mengatakan jika saat kejadian, ia hendak mencari jerami di sawah dengan mengendarai sepeda motor bernopol H 6247 FD. Karena jalan sawah hanya setapak, terpaksa ia memarkir kendaraannya di tepi jalan. Sekitar 30 menit kemudian, tersangka datang bersama satu rekannya, BN, warga Desa Meteseh, Kecamatan Boja mengendarai Yamaha Mio tanpa nomor polisi. Tak butuh waktu lama, Sugiyanto berhasil membawa kabur motor korban dengan membobol rumah kunci kendaraan.

Namun, aksi kejahatan itu diketahui oleh korban dan berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar. “Kedua pelaku sempat dikejar-kejar warga. Tapi hanya Sugiyanto yang berhasil ditangkap warga, sedangkan pelaku lainnya (BN, Red) kabur,” kata Asrori, Minggu (26/10).

Lantaran kesal, Sugiyanto sebelum diserahkan ke Polres Kendal dhakimi oleh warga dan menjadi bulan-bulanan akibat ulahnya tersebut. Sedangkan BN berhasil kabur dan saat ini menjadi buronan polisi.

Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono mengatakan modus pelaku adalah memanfaatkan kelalaian korbannya. “Dalam hal ini adalah para petani yang memarkirkan sepeda motornya di pinggir jalan. Padahal, aktifitas bertani cukup jauh dari lokasi parkir,” jelasnya.

Menurut pengakuan tersangka, lanjut Harryo, yang menjadi otak tindakan pencurian adalah BN. Sedangkan Sugiyanto hanya membantu dan dijanjikan uang sekitar Rp 300 ribu jika berhasil membantu melakukan pencurian. “Kami masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku yang sudah diketahui identitasnya. Sedangkan tersangka Sugiyanto kami jerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tegasnya.

Sementara Sugiyanto saat di interogasi mengaku baru sekali melakukan pencurian sepeda motor. Pun pencurian dilakukan atas ajakan BN. Sebab, selama ini tersangka kenal dekat dengan BN, dan sering memberikan pekerjaan secara serabutan kepada dirinya. (bud/ric)