Gajah Purba Meriahkan Museum Mart

436
PURBAKALA: Petugas Museum Ranggawarsita Jawa Tengah merangkai fosil gajah purba dari Blora jenis Probocidea yang dipamerkan dalam acara museum mart. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
PURBAKALA: Petugas Museum Ranggawarsita Jawa Tengah merangkai fosil gajah purba dari Blora jenis Probocidea yang dipamerkan dalam acara museum mart. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
PURBAKALA: Petugas Museum Ranggawarsita Jawa Tengah merangkai fosil gajah purba dari Blora jenis Probocidea yang dipamerkan dalam acara museum mart. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

KALIBANTENG KULON – Museum Ranggawarsita Jawa Tengah mendatangkan fosil gajah purba dari Blora jenis Probocidea yang hidup pada Zaman Eosin sekitar 1,2 juta tahun lalu. Fosil ini didatangkan untuk memeriahkan acara Museum Mart yang akan digelar mulai Selasa (28/10) hari ini hingga 1 November mendatang.

Seksi Pelestarian Museum Ranggawarsita, Laela Nuhayati Dewi, mengatakan, koleksi tulang gajah itu sengaja didatangkan untuk meramaikan event yang digelar rutin setiap tahun tersebut. Fosil gajah dengan tinggi 4,2 meter dan panjang 3,5 meter ini ditemukan di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Blora pada 2008. ”Konon gajah purba ini salah satu gajah terbesar yang pernah ada, dan hidup pada 1,2 juta tahun yang lalu,” kata Laela kepada Radar Semarang, Senin (27/10).

Menurut Laela, saat ini tulang asli disimpan di balai konservasi yang ada di Bandung untuk diteliti, sehingga tidak bisa dipamerkan di Musuem Ranggawarsita. ”Saat ini masih disimpan di Bandung. Namun museum yang ada di Blora, dibuatkan sebuah replika yang mirip dengan aslinya,” ujarnya.

Dengan mengusung tema 7 unsur kebudayaan, selain replika gajah purba, juga akan dipamerkan replika manusia purba dari situs purbakala Sangiran, dan beberapa keris tua dari Museum Tosan Aji. ”Kami juga mendatangkan mata uang senilai Rp 50 miliar berasal dari Yugoslavia,”katanya.

Kepala Museum Ranggawarsita Jawa Tengah Steven Timesela mengatakan, sebanyak 13 museum di provinsi ini akan mengikuti pameran Museum Mart. ”Tujuh unsur kebudayaan akan dipamerkan. Kita juga bekerja sama dengan stakeholder seperti biro perjalanan dan sekolah agar bisa mengadakan kunjungan ke museum,” paparnya.

Kepala Bidang Nilai Budaya Seni dan Film,Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Budiyanto menambahkan, jika saat ini pengelola museum harus kreatif dan terbuka untuk khalayak luas. ”Kreativitas pengelola bisa mengubah pandangan museum yang kuno. Saat ini segmen yang dibidik pun harus diperluas,” tandasnya. (den/aro/ce1)