Pendamping PKH Tetap Dipertahankan

428
BERI MATERI : Kepala Dinsosnakertrans Demak, Bambang Saptoro saat mengisi kegiatan PKH di kantornya, kemarin. (Wahib pribadi/pekalongan pos )
 BERI MATERI : Kepala Dinsosnakertrans Demak, Bambang Saptoro saat mengisi kegiatan PKH di kantornya, kemarin. (Wahib pribadi/pekalongan pos )

BERI MATERI : Kepala Dinsosnakertrans Demak, Bambang Saptoro saat mengisi kegiatan PKH di kantornya, kemarin. (Wahib pribadi/pekalongan pos )

DEMAK – Tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) tetap dipertahankan. Ini dilakukan untuk membantu mengatasi belenggu kemiskinan yang masih tinggi di wilayah Demak. Ini disampaikan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Bambang Saptoro di sela kegiatan pertemuan dengan para tenaga PKH, kemarin.

Menurutnya, selagi kemiskinan tetap bercokol di Demak, maka PKH tetap dibutuhkan. “Mereka sangat berperan dalam ikut menanggulangi kemiskinan” katanya. PKH di daerah ini sudah berjalan dua tahun terakhir dan termasuk yang paling dulu sebelum daerah lain ada. Dia menambahkan, PKH di berbagai daerah atau kabupaten/kota berbeda-beda. Karena itu, PKH Demak kerap menjadi contoh bagi daerah lainnya.
“Kalau melihat kemiskinan, tentu program ini kemungkinan tetap berlanjut. Sebab, sangat signifikan dalam menekan kemiskinan. Karena itu perlu kegiatan yang menyentuh masyarakat,” katanya.

PKH sejauh ini telah berkiprah membantu masyarakat kategori rumah tangga sangat miskin (RTSM). Dengan sasaran anak usia balita di bawah 6 tahun, ibu hamil atau menyusui. Selain itu, bantuan pendidikan untuk anak peserta pendidikan setara SD/MI, dan anak peserta pendidikan setara SMP/MTs.

Bantuan disalurkan secara bertahap. Pada 2014, penyaluran tahan I total nominal bantuan melalui Kantor Pos mencapai Rp 8,2 miliar untuk 28.770 RTSM. Kemudian, pada tahap II senilai Rp 14,1 miliar untuk 24.824 RTSM dan tahap III mencapai Rp 8,2 miliar untuk 24.825 RTSM. Pada 2014 ini pula, terdapat pengurangan verifikasi lantaran RTSM ada yang tidak komitmen. Pada tahap I RTSM tidak komitmen sebanyak 356, tahap II 462 RTSM dan tahap III ada 282 RTSM. Karena tidak komitmen itu, maka nominal bantuan dipotong sesuai waktu yang berjalan. Bila tidak komitmen 1 bulan mala dipotong 10 persen, 2 bulan dipotong 20 persen, 3 bulan dipotong 30 persen dan dipotong 100 persen bila seluruh ART tidak komitmen.

Setelah diverifikasi, total pengurangan tahap I mencapai Rp 20,8 juta, tahap II Rp 52,3 juta dan tahap III Rp 25,5 juta. Sementara, terkait dengan penerima bantuan ini terus dilakukan pemutakhiran data secara rutin. Ini jika terjadi perubahan status peserta PKH. “Pemutakhiran data adalah perubahan sebagian atau seluruh data awal yang tercatat pada master database,” katanya. (hib/ric)