Siap Hadapi Komdis

330
Yoyok Sukawi. (Dok/Rase)
Yoyok Sukawi. (Dok/Rase)
Yoyok Sukawi. (Dok/Rase)

SEMARANG – PSIS saat ini masih harap-harap cemas menanti keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait sepak bola ‘gajah’ versus PSS Sleman yang diwarnai lima gol bunuh diri, Minggu (26/10).

CEO PSIS, Alamsyah Sukawijaya kemarin mengatakan, siap memberikan keterangan kepada pihak Komdis soal kronologis pertandingan yang berlangsung di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Sleman, tersebut. “Hingga saat ini (kemarin, Red) belum ada pemanggilan resmi dari Komdis. Namun prinsipnya kami siap kalau dipanggil dan akan memberikan keterangan 100 persen seperti apa yang terjadi di lapangan kemarin,” terang pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu.

Ditemui kemarin, Ketua Komisi E DPRD Jateng tersebut juga menegaskan, dalam laga tersebut timnya tidak dalam kondisi yang sepenuhnya bersalah. Yoyok mengatakan, tiga gol bunuh diri balasan yang dilakukan oleh pasukan Mahesa Jenar kemarin adalah luapan emosional Sunar Sulaiman dkk setelah melihat tuan rumah PSS lebih dulu sengaja mencetak dua gol bunuh diri. “Sebenarnya PSIS ketemu siapapun tidak peduli. Yang kami lihat kemarin adalah luapan emosi anak-anak karena merasa dipermainkan oleh PSS dengan dua gol bunuh diri mereka. Apalagi kami melihat ada reaksi berlebihan dari PSS ketika berhasil mencetak dua gol bunuh diri dan itu sangat manusiawi ketika kemi lantas emosional dan membuktikan bahwa PSIS tidak bisa dipermainkan,” kata Yoyok emosional.

Lebih lanjut Yoyok Sukawi juga berharap Komdis PSSI tidak menjatuhkan ancaman hukuman diskualifikasi dari kompetisi kasta kedua di Indonesia tersebut. “Jangan buru-buru berbicara diskualifikasi, karena semua juga harus evaluasi ternyata menggunakan sistem kompetisi yang sekarang sangat berisiko,” bebernya. (bas/smu)