Banyak Warung Remang-Remang, KNPI Prihatin

601
SYUKURAN : Ketua KNPI Demak Nuryono Prasetyo memotong tumpeng dalam syukuran Hari Sumpah Pemuda, kemarin malam. (Wahib pribadi/pekalongan pos)
 SYUKURAN : Ketua KNPI Demak Nuryono Prasetyo memotong tumpeng dalam syukuran Hari Sumpah Pemuda, kemarin malam. (Wahib pribadi/pekalongan pos)

SYUKURAN : Ketua KNPI Demak Nuryono Prasetyo memotong tumpeng dalam syukuran Hari Sumpah Pemuda, kemarin malam. (Wahib pribadi/pekalongan pos)

DEMAK – DPD KNPI Demak merayakan Hari Sumpah Pemuda dengan keprihatinan. Para pemuda ini menyoroti masalah lingkungan sosial yang kini makin tidak mencerminkan sebagai daerah Kota Wali. Di jalur lingkar selatan Kota Demak misalnya, telah berdiri banyak warung remang-remang.

Sudah bisa ditebak, selain diduga kerap digunakan untuk pesta minuman keras (miras) juga praktik mesum. Sulkan, pengurus KNPI mengungkapkan, warung kecil kecil itu sekilas dilihat hanya jualan minuman kopi. Namun, di dalam warung ada yang dibuat sekat-sekat kamar kecil. “Kita sudah survey. Biasanya kalau sopir-sopir truk masuk ada yang minum miras. Dalam kondisi tertentu mereka bisa mengeksekusi di dalam. Menjelang maghrib dentuman suara musik sudah disetel. Bahkan, saat malam Muharram lalu juga begitu,” ungkap Sulkan di sela syukuran Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung di rumah dinas Wakil Bupati Harwanto, kemarin malam.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua DPD KNPI Demak Nuryono Prasetyo dan Staf Ahli Bupati Edhie Djatmiko serta Ketua GP Ansor Demak, dr Abdurrahman Kasdi. Para perwakilan organisasi kepemudaan juga hadir dalam acara yang ditandai dengan potong tumpeng tersebut. Menurut Sulkan, Pemkab Demak kurang tegas dalam mensikapi maraknya warung liar yang disalahgunakan dan melanggar norma agama itu. Senada disampaikan anggota KNPI lainnya, Anis Mukhlas. Dia merasa prihatin dengan gemerlap hiburan malam di jalan lingkar tersebut. “Moralitas tercuil-cuil,” katanya.

Menanggapi masalah sosial ini, Staf Ahli Bupati, Edhie Djatmiko mengatakan, untuk menertibkan warung-warung dan karaoke perlu Perda sendiri. Dengan Perda itu, maka Satpol PP bisa leluasa bergerak. “Yang patut kita sayangkan sebetulnya setiap kali ada yustisi atau operasi kerap bocor,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Demak, Nuryono Prasetyo mengatakan, KNPI saat ini sangat membutuhkan kantor sendiri. Kalau bisa, Pemkab memberikan fasilitas kantor tersebut. “Sudah lama kita perjuangkan untuk memiliki kantor KNPI. Tapi, sampai sekarang belum terwujud. Kita mohon bapak bupati bisa membantu KNPI agar punya kantor,”katanya. (hib/ric)