Keliling Kota dengan Bus Semarjawi

406
BUS WISATA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mencoba bus tingkat Semarjawi keliling kota kemarin. (M. RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
BUS WISATA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mencoba bus tingkat Semarjawi keliling kota kemarin. (M. RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
BUS WISATA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mencoba bus tingkat Semarjawi keliling kota kemarin. (M. RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)

BALAI KOTA – Bus tingkat yang difungsikan untuk transportasi wisata keliling Kota Semarang, kemarin (28/10), di-launching Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Bus wisata tersebut diharapkan bisa menambah daya tarik Kota Atlas dan meningkatkan jumlah wisatawan.

”Bus pariwisata itu bantuan dari perusahaan swasta, baru satu unit. Kami menamakan bus Semarjawi singkatan dari Semarang-jalan-jalan wisata,” kata Hendrar Prihadi usai meresmikan operasional bus pariwisata dalam kota tersebut.

Bus pariwisata itu, lanjut wali kota, untuk pelayanan transportasi publik dan menikmati keindahan Kota Semarang. Namun Pemkot Semarang tak menarget layanan maupun penambahan armada karena masih menunggu respons masyarakat.

Menurut Hendi, sapaan akrabnya, operasional bus untuk layanan klangenan itu sudah lama direncanakan. ”Makanya kami minta para pengusaha ikut membantu, mudah-mudahan semakin banyak bus seperti itu untuk mengurangi kemacetan,” harapnya.

Rencananya, bus itu akan beroperasi setiap hari Kamis hingga Minggu, sedangkan pada Senin hingga Rabu bisa digunakan untuk untuk persewaan lembaga pendidikan dan instansi lain yang membutuhkan. Pemkot Semarang membuka kesempatan perusahaan swasta untuk menyumbangkan bantuan bus sejenis dari dana corporate social responsibility (CSR).

Dikatakan, bus Semarjawi tersebut merupakan embrio bagi pembangunan pariwisata di Semarang. Diharapkan adanya bus tingkat yang bagian atasnya terbuka ini dapat memicu perusahaan lain untuk mendukung dan berbuat hal yang sama.

”Saat ini memang baru satu unit, kita lihat responsnya, bila positif ke depan bisa kami anggarkan melalui APBD atau bantuan CSR pihak swasta. Bisa jadi, bus tingkat ini dapat mengatasi permasalahan transportasi di Kota Semarang karena mengajak masyarakat untuk lebih cenderung menggunakan bus,” tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang, Masdiana Safitri menyatakan operasional bus wisata bertingkat itu gratis bagi pengunjung. ”Operasional ditanggung oleh belanja daerah,” kata Masdiana.

Dikatakan, bus beroperasi melayani angkutan dalam kota secara khusus menghubungkan objek wisata. ”Seperti dari Kelenteng Sam Poo Kong, Lawangsewu dan Kota Lama,” ujarnya.

Ia menjamin Pemkot Semarang tak bakal rugi mengoperasionalkan angkutan bus gratis itu. Pertimbangannya, pengguna angkutan akan berkunjung ke sejumlah kawasan wisata yang memberikan masukan kepada pajak pemerintah.

Sejumlah catatan menunjukkan keberadaan bus tingkat di Kota Semarang pernah ada sekitar tahun 1980-an sebagai layanan bus dalam kota. Bus yang dikelola oleh Damri itu menjadi primadona mahasiswa dan masyarakat Kota Semarang zaman itu. Namun jenis angkutan yang sering disebut double decker bus itu mulai tak laku karena usianya telah tua dan tak ada suku cadang pengganti.

Kemarin, wali kota juga meresmikan Pusat Informasi Publik (PIP). Peresmian dilakukan bersamaan dengan upacara peringatan hari Sumpah Pemuda di halaman balai kota. Setelah itu, wali kota didampingi istri beserta tamu undangan mencoba berkeliling menggunakan bus tingkat wisata Semarjawi berpelat H 467 A. Ia bersama para muspida duduk di bus lantai 2 dengan atap terbuka. (zal/aro/ce1)