Lagi, Relokasi Pedagang Molor

302
MOLOR LAGI : di luar pasar Mranggen menggelar lapak di tepi jalan depan pasar darurat, kemarin. (Wahib pribadi/pekalongan pos)
MOLOR LAGI : di luar pasar Mranggen menggelar lapak di tepi jalan depan pasar darurat, kemarin. (Wahib pribadi/pekalongan pos)
MOLOR LAGI : di luar pasar Mranggen menggelar lapak di tepi jalan depan pasar darurat, kemarin. (Wahib pribadi/pekalongan pos)

DEMAK – Relokasi pedagang Pasar Mranggen ke pasar darurat di lapangan Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen hingga kemarin belum ada kepastian. Meski demikian, beredar kabar pindahan pedagang dilakukan pekan ini. Penasehat Paguyuban Pedagang Pasar Mranggen (P3M), Bambang Haryanto mengungkapkan, pihaknya menilai kontraktor tidak konsekuen dengan janjinya.

Sebab, sampai kemarin pembuatan pasar darurat belum selesai. Akibatnya, pedagang belum dapat dipindahkan. “Bahkan, kita mendengar para pekerja dan pemasok material juga mengalami kesulitan pembiayaan. Ini karena pembayaran upah dan kwitansi uang pembelian material hanya sebagian yang dibayar. Misalnya saja, tagihan Rp 30 juta baru diberi Rp 25 juta. Tagihan Rp 15 juta baru dikasih Rp 10 juta. Kondisi ini membuat pemborong enggan melanjutkan menyelesaikan pembangunan pasar darurat itu,” ujar Bambang, kemarin.

Dia berharap, kontraktor menepati janjinya untuk menyelesaikan bangunan dari bahan kayu dan seng itu. Bambang menambahkan seperti sebelumnya atap seng blok F belum terpenuhi. Sedangkan, blok A dikebut pengerjaannya ada kemajuan 20 persen. “Soal lambatnya pembangunan ini belum ada tanggapan dari pihak direksi atau kontraktor,” katanya. Sebelumnya, perwakilan dari PT Haka Utama Bagian Logistik, Totok menuturkan, pihaknya mengupayakan penyelesaian bangunan pasar darurat pada Senin (26/10) lalu. Namun, hingga kemarin pasar darurat masih dalam pengerjaan dan belum diselesaikan.

Sedangkan, Kabid Pengelolaan Pasar Disperindagkop Demak, Sokib menjelaskan, relokasi diperkirakan dilaksanakan pekan ini. “Kita sudah buatkan surat pemberitahuan. Nanti kita berikan ke pedagang sesuai penempatannya,” ujar Sokib, kemarin. Mundurnya relokasi pedagang itu karena pembuatan pasar darurat oleh kontraktor mundur. Sementara itu, pantauan koran ini, beberapa pedagang kaki lima (PKL) di luar Pasar Mranggen menggelar lapak-lapak mereka di tepi jalan depan pasar darurat. Mereka mengaku sudah lama tinggal dan berjualan disitu. “Saya sudah lama jualan disini,” ujar salah seorang PKL. (hib/ric)