Siap Lelang jika

353
Ari Nugroho. (DOK/RADAR SEMARANG)
Ari Nugroho. (DOK/RADAR SEMARANG)
Ari Nugroho. (DOK/RADAR SEMARANG)

MOLORNYA waktu pembebasan lahan tol Bawen-Solo praktis akan menyebabkan tertundanya pengerjaan fisik proyek tol Trans Jawa tersebut. Hal ini diakui Direktur Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ) Ari Nugroho.

Ia mengatakan, pihaknya hanya bisa menunggu pembebasan lahan tol Bawen-Solo dari Tim Pembebasan Tanah (TPT). Sebab, pembangunan fisik belum bisa dilakukan jika lahan belum terbebas.

”Kalau lahan diserahkan sekarang ya saya garap sekarang, kalau diserahkan tahun depan, ya digarap tahun depan,” ujarnya kepada Radar Semarang.

Menurutnya, pembebasan lahan merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui TPT Kabupaten/Kota. TMJ sendiri selaku pelaksana proyek hanya menargetkan akan langsung menggelar lelang jika pembebasan lahan sudah cukup, yakni mencapai 75 persen dari total lahan yang dibutuhkan untuk ruas tol Bawen-Solo.

Meski begitu, menurut jadwal TPT, pembebasan lahan akan mencapai 75 persen pada Desember tahun ini. ”Karena itu kami ancang-ancang untuk menggelar lelang. Kalau sudah 75 persen kan boleh dikonsinyasi,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengadaan Tanah Tol Salatiga Agus Rudianto mengatakan, saat ini masih sekitar 56 dari 235 bidang tanah warga Salatiga yang dalam proses pembebasan. Ditargetkan, pembebasan lahan tol Semarang-Solo di wilayah Salatiga ini rampung tahun ini.

Agus Rudianto menuturkan, secara keseluruhan masyarakat Salatiga setuju terhadap pembangunan tol. Ini dilihat dari persentasi mereka yang sudah sepakat dengan harga tanah dan yang belum.

”Kami mengapresiasi kepada masyarakat Salatiga yang mendukung proyek tol ini. Ini dilihat dari proses sosialisasi sejak awal, mereka setuju untuk melepaskan tanahnya. Saya melihat kesadaran warga sedikit demi sedikit sudah baik. Mereka sadar ini untuk kepentingan orang banyak sehingga dalam waktu dekat semua akan terselesaikan,” katanya. (ric/sas/aro/ce1)