Tahanan Ketakutan Dibesuk Mertua

297
GELAR PERKARA: Tersangka Anton Gunawan, 29, dan Sahid Lutfiyanto, 21, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Utara, Selasa (28/10). (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Tersangka Anton Gunawan, 29, dan Sahid Lutfiyanto, 21, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Utara, Selasa (28/10). (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Tersangka Anton Gunawan, 29, dan Sahid Lutfiyanto, 21, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Utara, Selasa (28/10). (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG UTARA – Mending berkelahi di ring tinju, ketimbang menanggung malu di hadapan mertua. Barangkali itulah yang dirasakan seorangan tahanan, Anton Gunawan, 29, warga Muktiharjo Kidul, Pedurungan.

Tersangka yang ditahan di sel tahanan Mapolsek Semarang Utara atas kasus pencurian motor ini sangat ketakutan, bila dibesuk mertuanya. Dia merasa telah mencoreng muka keluarga besarnya dengan melakukan tindak pidana pencurian motor.

Apalagi saat beraksi, Gunawan, meminjam motor Yamaha Mio milik mertuanya untuk mencuri. Akibatnya, saat ini, motor tersebut disita polisi untuk dijadikan barang bukti. ”Saya khilaf dan menyesal telah melakukan ini. Saya sangat malu kalau dijenguk mertua. Enggak tahu mau bilang apa. Tapi sampai kini belum dijenguk,” kata Gunawan saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Utara, Selasa (28/10).

Gunawan ditangkap bersama temannya, Sahid Lutfiyanto, 21, warga Kebonharjo, Tanjung Emas, Semarang, oleh tim Reskrim Polsek Semarang Utara. Penangkapan itu sendiri terjadi beberapa saat setelah keduanya mencuri motor Vespa dan Yamaha Force 1 di Jalan Ronggowaristo, Tanjung Emas, Semarang Utara, Kamis (23/10) lalu.

Saat itu, Gunawan bermaksud mengantar istrinya bekerja. Pria pengangguran itu setiap harinya memang bertugas antar-jemput istri. ”Hari itu, saya meminjam motor milik mertua dengan alasan mengantar istri,” katanya.

Namun setelah mengantar istri, Gunawan tidak pulang ke rumah, melainkan nongkrong ke rumah temannya, Lutfiyanto. Di rumah Lutfiyanto itulah awal mula dia berniat mencari sasaran pencurian. Tak lama kemudian, keduanya sepakat berangkat berboncengan menggunakan motor Mio tersebut.

Setelah berkeliling, keduanya menemukan Vespa tanpa kunci setang di teras sebuah rumah di kawasan IKIP PGRI. Tanpa ambil pusing, dia mengambil Vespa tersebut dengan cara mendorongnya. ”Kemudian saya jual Rp 500 ribu. Uang hasil penjualan langsung kami bagi berdua,” katanya.

Tidak hanya itu, keduanya ternyata tidak puas dengan pencurian tersebut. Mereka mencuri lagi sebuah motor Yamaha Force 1 milik Dian Wahyu Nuryana, 39, yang diparkir di depan rumah di Jalan Ronggowarsito, Tanjung Emas, Semarang Utara.

Kapolsek Semarang Utara, AKP Muhammad Ridwan mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan korban. Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan sebelum akhirnya berhasil menangkap dua tersangka di tempat terpisah. ”Masih kami kembangkan apakah tersangka juga melakukan di tempat lain atau tidak,” katanya.

Hingga saat ini tersangka telah ditahan di sel tahanan Mapolsek Semarang Utara dengan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian. ”Ancaman paling lama tujuh tahun penjara,” pungkasnya. (mg5/ida/ce1)