Polisi Getol Sisir Penjahat lewat Opstin

324

TEMBALANG – Nyaris setiap malam, tim kepolisian di jajaran Polrestabes Semarang getol melakukan penyisiran pelaku kejahatan melalui operasi rutin (Opstin). Kali ini, tim Polsek Tembalang berusaha menjaring pelaku kejahatan yang melintas di gerbang masuk Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Semarang, Kamis (30/10) dini hari.

Sedikitnya dua jam, tim kepolisian berhasil menjaring sejumlah kendaraan tanpa dilengkapi surat. Di antaranya dua unit mobil, yakni Honda Brio dan Daihatsu Gran Max bak terbuka, serta enam sepeda motor tidak dilengkapi surat-surat. Diduga, kendaraan-kendaraan tersebut ada kemungkinan merupakan hasil pencurian.

Tak pelak, sejumlah mahasiswa, khususnya yang tinggal di tempat kos di sekitar kampus tersebut kepanikan. Pasalnya, tidak jarang para mahasiswa mengendarai motor tanpa mengenakan helm. ”Sebelum-sebelumnya, jarang dilakukan razia di sini (lokasi kampus, Red). Tumben ini kok ada razia menyasar kampus,” ujar salah seorang pria pengendara yang sempat berhenti.

Sejumlah mahasiswa dan remaja yang takut berurusan dengan polisi tak jarang memilih putar balik. Aksi kejar-kejaran dengan petugas pun terjadi. Namun jika dilengkapi dengan surat-surat, pengendara yang melintas dipersilakan melanjutkan perjalanan.

”Fokus kami mengurangi intensitas terjadinya aksi kriminalitas. Ini operasi rutin (Opstin) yang bisa kami lakukan kapan saja. Operasi ini mempunyai wilayah sasaran khusus untuk mencegah 3 C, yakni Curras, Currat dan Curanmor,” ungkap Kapolsek Tembalang, AKP Priyo Utomo, yang turut memimpin langsung Opstin tersebut.

Pihaknya mengaku melibatkan seluruh jajaran, mulai mulai unit Provost, Lalu Lintas, Sabhara hingga Reserse Kriminal. Selain 3 C, sasarannya juga menjaring pelaku yang membawa bahan peledak, senjata tajam hingga narkoba. ”Sementara ini kami menemukan beberapa kendaraan tanpa dilengkapi surat-surat. Kalau bahan peledak, sajam, ataupun narkoba tidak ada,” katanya.

Pihaknya akan terus meningkatkan Opstin secara intensif demi upaya menciptakan kondisi Kota Semarang yang aman, tertib dan kondusif. Diakui atau tidak, sejumlah kejahatan kriminal jalanan di Kota Semarang, belakangan ini masih terbilang sangat rawan. Pelaku bisa saja membacok korbannya menggunakan parang. (mg5/ida/ce1)