Alihkan Subsidi BBM ke Sektor Lain

313

SEMARANG–Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), menurut pakar ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata (Unika), Ika Rahutami, mutlak harus dilakukan. Pasalnya, pengalihan subsidi ke sektor yang lebih produktif bisa dilakukan guna menekan inflasi.

“Kenaikan BBM ini sudah tidak dapat dihindari lagi, karena sampai sekarang realisasi penerimaan saja belum mencapai target. Padahal, subsidinya sendiri sudah di atas target,” ujarnya, kemarin (30/10).

Menurutnya, subsidi BBM selama ini kurang efisien. Karena subsidi justru digunakan oleh masyarakat yang sebetulnya tidak membutuhkan subsidi BBM. Artinya subsidi tersebut masuk ke sektor yang tidak produktif. “Karena itu, subsidi BBM ini mau tidak mau harus direalokasi ke sektor-sektor yang lebih produktif,” ujarnya.

Memang, ucapnya, dalam jangka pendek, kenaikan harga BBM akan memicu inflasi. Karena dengan kenaikan harga BBM, pasti akan berpengaruh pada biaya produksi dari berbagai sektor yang ujungnya adalah inflasi yang tinggi. “Perkiraannya inflasi bisa naik hingga 6,5 persen,” ujarnya.

Inflasi tinggi ini diprediksi hanya akan terjadi antara 2-3 bulan ke depan. Menurutnya, jika pemerintah tepat mengambil kebijakan dan bekerja dengan baik, masa efektif kenaikan BBM hanya berpengaruh selama 2-3 bulan.

Yaitu dengan menaikkan suku bunga. Namun demikian, kenaikannya ini harus tepat. Tidak boleh terlalu tinggi dan juga tidak boleh dalam waktu yang terlalu lama. Karena dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Menaikkan suku bunga bisa dilakukan, tapi jangan terlalu lama, karena takutnya nanti akan terjadi kredit macet dan lain,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, yang tetap harus diperhatikan adalah bagaimana mengalihkan subsidi BBM ke sektor yang lebih produktif. Di antaranya ke sektor logistik serta infrastruktur. Dua sektor ini dinilainya penting karena 50 persen pengeluaran anggaran berada di sektor tersebut.

“Harga pangan harus stabil. Jangan sampai subsidi BBM ditarik, tapi harga pangan juga naik. Ini jelas konyol, karena inflasi akan sangat tinggi,” paparnya. (dna/ida)