Bantu Perajin Pamerkan Produk

805
KERAJINAN DAERAH: Putri Minahasa Utara sedang memamerkan hasil kerajinan tas dan sepatu dalam Semarang Tourism and Craft Expo di Java Mall Semarang sejak Kamis (30/10) hingga Minggu (2/11). (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
 KERAJINAN DAERAH: Putri Minahasa Utara sedang memamerkan hasil kerajinan tas dan sepatu dalam Semarang Tourism and Craft Expo di Java Mall Semarang sejak Kamis (30/10) hingga Minggu (2/11). (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

KERAJINAN DAERAH: Putri Minahasa Utara sedang memamerkan hasil kerajinan tas dan sepatu dalam Semarang Tourism and Craft Expo di Java Mall Semarang sejak Kamis (30/10) hingga Minggu (2/11). (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sejumlah kerajinan khas dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan di Java Mall dalam Semarang Tourism and Craft Expo 2014. Pameran yang berlangsung hingga 2 November mendatang ini diharapkan dapat membantu para perajin dalam mempromosikan produk-produknya.

Kerajinan yang terbuat dari hasil laut terlihat menarik perhatian pengunjung mal. Tak sedikit yang mampir ke stan dari Pangandaran ini. Demikian halnya dengan kerajinan dari bahan-bahan kulit. Termasuk halnya stan-stan yang memamerkan batik, meski sudah kerap disajikan, keunikannya tetap menarik para pengunjung.

”Sekarang batik sudah menjadi semacam kebutuhan. Tidak hanya untuk acara-acara resmi, dipakai dalam kasual juga cukup keren. Karena itu, masih tetap banyak dicari kalau pas pameran seperti ini,” ujar Rohmat, 30 salah seorang pengunjung.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Masdiana Safitri mengatakan bahwa pameran ini diharapkan dapat mempromosikan wisata serta produk-produk dari berbagai daerah, termasuk halnya Kota Semarang.

”Banyak hal yang bisa kami dongkrak dari pameran semacam ini. Mulai dari produk kerajinan, seni, hingga kuliner. Seperti tadi dibuka oleh tarian khas Semarangan, kemudian para perajin dari luar daerah ini nanti juga pasti nyicipi kuliner Semarang,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya juga tetap fokus mendongkrak potensi Semarang sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Karena itu, pihaknya menyambut baik adanya pihak-pihak yang bekerja sama dalam menyelenggarakan event semacam ini.
”Di Semarang ada banyak potensi wisata, seperti Kota Lama, kemudian pusat kuliner dan lain-lain. Tapi kami saat ini sedang menggenjot dari sisi MICE, di samping yang lain juga kami kembangkan tentunya,” ujar Mardiana.

Menurutnya, Semarang sudah cukup mampu untuk menonjolkan potensi MICE ini. Dilihat dari petumbuhan hotel yang cukup pesat, serta tempat-tempat penyelenggaraan exhibition yang mencukupi. ”Hari-hari biasa, pengunjung yang masuk ke Semarang cukup banyak, bisa dilihat dari okupansi hotel,” ujarnya.

Direktur Utama PT Aira Mitra Media sekaligus panitia pelaksana event, Nurhadi menambahkan bahwa pihaknya melihat Semarang memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai kota MICE dan potensi wisata lainnya.
”Karena itu, kami pilih Semarang sebagai salah satu kota dalam road show pameran. Ini adalah kali pertama di Semarang, kami harap ke depan bisa terus berlangsung,” imbuhnya. (dna/ida/ce1)