Dinilai Tak Becus Kelola Anggaran

495
Ricky/Radar Semarang
Ricky/Radar Semarang
Ricky/Radar Semarang

KENDAL—Tidak maksimalnya penyerapan APBD 2014 dipastikan akan berakibat pada membengkaknya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) 2014. Sebab menjelang akhir tahun, banyak pekerjaan di pemerintahan Kendal yang dipimpin Widya Kandi Susanti yang tidak terlaksana.

Hampir di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ada banyak proyek yang gagal dilaksanakan. Hal itu menurut Wakil Ketua DPRD Kendal, Sakdullah Masud sebagai peringatan akan lemahnya kepimpinan mulai dari bawah sampai pucuk. Lebih gamblang, Sakdullah menyebut banyaknya pekerjaan yang belum terlaksana karena Pemkab tidak profesional dalam mengelola dana APBD. “Faktor utamanya jelas, yakni lemahnya kepemimpinan di eksekutif untuk mengelola anggaran yang ada,” katanya.

Menurutnya, kepimpinan yang sudah ada sekarang ini, tidak bisa bekerja secara cekatan. Bupati Kendal dinilainya tidak dapat memanfaatkan sisa tahun terakhir masa kepimpinannya. “Bupati malah sibuk mendeklarasikan dirinya untuk maju pada Pilkda 2015,” sindirnya. Mestinya, sisa jabatan sekarang ini digunakan sebaik-baiknya untuk merampungkan pekerjaan rumah yang tertunda. Terutama dalam hal pembangunan daerah, seperti pembangunan jalan maupun sarana dan prasarana umum lainnya.

Sehingga masyarakat bisa merasakan perbaikan pembangunan dari pemerintah. Hal itu justru akan berdampak positif bagi citra kepemimpinan Bupati. Sebaliknya, jika stagnan atau mengalami kemunduran, maka kepercayaan masyarakat akan menurun. Salah satu hal mencolok menurutnya dalam hal pembangunan jalan. Terbukti kerusakan jalan sejak tiga tahun terakhir tidak diperbaiki. “Padahal di sisi lain masih banyak kerusakan jalan yang masyarakat menuntut untuk segera diperbaiki,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Widya mengakui memang banyak anggaran yang ada di berbagai SKPD tidak terserap dengan baik. Karenanya ia meminta seluruh SKPD untuk lembur dan bekerja keras. “SKPD tidak boleh ada lagi kunjungan kerja,” katanya. Penyerapan tidak maksimal terjadi di Dinas Pendidikan. Dari anggaran Rp 100 miliar, baru terserap Rp 9 miliar. Selain itu di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dimana banyak proyek yang gagal lelang.

Widya menegaskan, setiap SKPD semestinya harus kreatif serta inovatif dalam menggunakan anggaran yang diberikan. Sehingga semua anggaran bisa terserap dengan baik dan penuh tanggung jawab. “Dalam waktu kurang dari tiga bulan, masing-masing Kepala SKPD agar segera memacu pelaksanaan kegiatan pembangunan, sehingga selesai tepat waktu,” katanya.

Widya mengatakan, sampai akhir tahun, ia minta supaya kegiatan pelayanan umum pada masyarakat diprioritaskan penyelesaiannya dan soal infrastruktur menjadi fokus perhatian bersama untuk segera diselesaikan. “Selain itu dia juga mengajak agar semua SKPD mempunyai rasa memiliki bersama pembangunan yang tengah dilaksanakan dan harus melayani masyarakat sebaik-baiknya dengan kinerja yang baik,” paparnya. (bud/ric)