Ngomong Sendiri di Depan Cermin

426
ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG
ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG
ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG

SEBELUM menjadi presenter Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Jateng, Swestie Cahya Rain Satwika mengaku kerap bicara sendiri di hadapan cermin di kamarnya. Icha –sapaan akrabnya—berbicara sendiri di depan cermin bukan karena sedang galau ataupun stres memikirkan pujaan hatinya yang jauh di tanah rantau. Namun dia sedang berlatih menjadi presenter.

”Latihannya bicara sendiri di depan cermin di dalam kamar. Lalu saya rekam sendiri, agar suaraku bisa didengar sendiri seperti apa. Kalau ada yang kurang pas nanti kan tahu mana yang perlu dibenahi,” kata wanita jebolan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Jakarta 2008 ini. Berkat ketekunannya berlatih itu, gadis kelahiran Semarang, 15 Juli 1989 ini pun lolos seleksi dalam perekrutan presenter RTMC Polda Jateng yang di-launching sejak 1 Juni 2013 silam.

Tidak hanya itu, lanjutnya, latihan menjadi presenter bisa juga dilakukan dengan melibatkan teman. ”Teman itu bisa juga berperan sebagai seolah-olah kamera. Ya, pertama gugup juga sih, tapi akhirnya senang juga. Proses latihan rutin selama satu bulan sudah bisa kok,” ujarnya kepada Radar Semarang.

Sehari-hari, putri bungsu dari dua bersaudara pasangan Yakub Santoso dan Endang Sri Wahyuningsih ini berdinas di Ditlantas Kamsel Polda Jateng. Selain itu, ia mempunyai aktivitas sebagai presenter live RTMC Polda Jateng yang disiarkan setiap Senin dan Sabtu pukul 16.30 di ProTV.

Meski kesibukannya sangat padat, termasuk terjun langsung mengatur lalu lintas di jalanan Kota Semarang, Icha mengaku tidak takut panasnya terik matahari. Pemilik tinggi badan 169 sentimeter dan berat badan 57 kilogram ini selalu merawat kulitnya menggunakan pelembab. ”Nggak takut panas, yang penting kesehatan tetap terjaga. Makanya diimbangi dengan olahraga,” kata wanita yang memiliki hobi renang ini.

Icha yang sebelumnya bertugas di Bagian Operasional Polres Kendal dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang ini mengaku sudah terbiasa hidup disiplin, karena dibesarkan di lingkungan keluarga polisi. ”Masa kecil saya dibesarkan di asrama polisi, karena ayah saya anggota polisi. Kakak saya juga polisi,” ujar polwan yang saat ini tinggal di Pucanggading, Demak ini. (mg5/aro/ce1)