Rampok Indomaret Ditembak

739
GELAR PERKARA: Ridwan, satu dari empat perampok Indomaret yang ditembak petugas Polsek Semarang Barat. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Ridwan, satu dari empat perampok Indomaret yang ditembak petugas Polsek Semarang Barat. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Ridwan, satu dari empat perampok Indomaret yang ditembak petugas Polsek Semarang Barat. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

KARANGAYU – Satu dari empat perampok minimarket Indomaret, Ridwan, 24, warga Sawah Besar, Gayamsari, yang kos di daerah Tembalang, jatuh terkapar setelah betis kanannya tertembus timah panas aparat Reskrim Polsek Semarang Barat. Ridwan adalah pelaku perampokan menggunakan senjata tajam jenis parang di Indomaret Jalan Abdul Rahman Saleh II No 152 Kelurahan Kalibanteng Kidul, Kecamatan Semarang Barat pada Jumat (31/10) sekitar pukul 02.15 kemarin. Ridwan bersama tiga temannya sempat berusaha kabur setelah terjadi aksi kejar-kejaran dengan warga, sebelum akhirnya bertemu dengan aparat kepolisian. Sedangkan tiga tersangka lain yang sudah diketahui identitasnya masih berstatus buron.

Dalam aksi perampokan tersebut, keempat tersangka saling berbagi peran. Dua di antaranya berjaga di depan minimarket, sedangkan dua tersangka lainnya merangsek masuk di lobi kasir Indomaret.

”Ada dua orang kasir. Setelah kasir satunya masuk ke gudang, saya langsung masuk menodongkan parang kepada seorang kasir yang berjaga,” ujar Ridwan di Mapolsek Semarang Barat, Jumat (31/10).

Dua orang kasir tersebut, masing-masing; Miftahul Khoir, 22, warga Pecangaan Kulon RT 1 RW 7 Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, dan Risky Ardiawan, 23, warga Langu RT 2 RW 3 Sukorejo, Kendal. Miftahul saat itu sedang masuk di gudang untuk mengambil barang, sedangkan Risky sedang berjaga di meja kasir.

Setelah Risky tak berkutik ditodong parang, Ridwan bersama temannya, berhasil merampas uang tunai di kasir Indomaret sebesar Rp 1.972.000, berbagai jenis kosmetik senilai Rp 3,9 juta, dan 115 bungkus rokok berbagai merek senilai Rp 1.751.600. Tidak hanya itu, uang tunai milik Risky sebesar Rp 300 ribu serta dua handphone masing-masing Samsung Galaxy dan iPhone 4S milik Miftahul Khoir yang ditaruh di meja kasir, juga ikut dibawa kabur. Total kerugian ditaksir Rp 9.417.300.

Kepada petugas, tersangka Ridwan mengakui telah beraksi beberapa kali di Kota Semarang dan sekitarnya. Sasarannya adalah minimarket yang beroperasi 24 jam. ”Baru empat kali, di antaranya minimarket di daerah Sumowono, Ungaran, Ngesrep dan di sekitar Sunan Kuning dua kali,” kata pria bertato bertuliskan ”independent” ini.

Saat beraksi, dia memang sering berpasangan bersama tiga rekannya. Mereka sebelum beraksi berkumpul di sebuah rumah kos di daerah Tembalang. Kemudian berangkat mencari sasaran dengan mengendarai dua sepeda motor.

”Biasanya dua orang masuk minimarket, dua orang lainnya berjaga di luar. Saya sendiri masuk dengan membawa senjata tajam. Itu hanya untuk menakut-nakuti saja. Saya tidak pernah melukai korban,” katanya.

Dalam aksi terakhir, Ridwan mengaku panik saat diteriaki ”maling” oleh korban. Sehingga warga sekitar berhamburan ikut mengejar. ”Biasanya uang hasil dari aksi kami gunakan untuk bersenang-senang,” ujarnya.

Kapolsek Semarang Barat AKP Padli mengatakan, komplotan ini bisa dibilang lama beraksi. ”Sudah lima kali beraksi, di wilayah hukum Semarang Barat sendiri beraksi dua kali dan baru kali ini tertangkap. Tersangka belum pernah masuk penjara,” katanya. ”Kami masih mengembangkan kasus ini. Tiga tersangka lain masih kami kejar. Tersangka kami jerat dengan pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan dan pengancaman,” katanya. (mg5/aro/ce1)