Lulusan Untag Harus Berwatak Kebangsaan

364
BERI PENGHARGAAN: Rektor Untag Wijaya memberikan penghargaan kepada 14 lulusan terbaiknya. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
 BERI PENGHARGAAN: Rektor Untag Wijaya memberikan penghargaan kepada 14 lulusan terbaiknya. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)

BERI PENGHARGAAN: Rektor Untag Wijaya memberikan penghargaan kepada 14 lulusan terbaiknya. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Universitas 17 Agustus 1945 meminta agar para mahasiswa yang telah diwisuda memiliki watak kebangsaan. Sehingga bisa turut menghindarkan bangsa dari perpecahan.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Untag Wijaya di sela-sela prosesi wisuda ke-70 yang dilakukan di Masjid Agung Jawa Tengah, Sabtu (1/11) kemarin. ”Watak kebangsaan harus dikedepankan agar bangsa ini terhindar dari perpecahan,” ujar orang nomor satu di Untag ini.

Wijaya mengatakan jika seluruh mahasiwa Untag harus bisa membabat habis benih-benih perpecahan agar negara kesatuan tidak menjadi negara yang tergerus pada paham liberalisme. ”Kekayaan dan sumber daya alam yang ada harus diarahkan kepada kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan diri sendiri ataupun negara lain,” katanya.

Dicontohkan, Indonesia mempunyai potensi yang besar dalam bidang tambang, pertanian dan kelautan yang dianggap sangat cukup untuk memakmurkan seluruh rakyat Indonesia. ”Kami punya tambang emas kualitas terbaik di dunia, gas alam terbesar, tanah yang subur, sektor parisiwata yang beragam dan lautan yang luas yang kaya akan sumber daya laut,” tegasnya.

Selain meminta agar lulusannya memiliki watak kebangsaan, Wijaya juga meminta agar para alumni mengedepankan watak kejujuran, ksatria, bijaksana, adil dan disiplin agar lebih mempermudah diri untuk maju. ”Kejujuran sangat sulit untuk dicari, ke depan hidup akan semakin sulit. Berbuat yang baik dan mengedepankan kejujuran, sehingga diberi kemudahan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” pesannya.

Pada wisuda universitas yang ke-70 ini, mahasiswa yang diwisuda sebanyak 1.163 orang yang terdiri atas sarjana, diploma, dan pascasarjana dari berbagai fakultas ada dengan14 lulusan terbaik. Di antaranya adalah dari Ilmu Hukum atas nama Kadek Lissa Listyari, Agam Wahyudi dari Administrasi Bisnis, Dewi Anggraeni dari Magister Manajemen.

”Kami yakin mereka akan mampu menerapkan ilmu yang sudah diajarkan. Serta mengabdikan diri kepada masyarakat bangsa dan negara berdasarkan nilai-nilai nasionalisme dan moral Pancasila,” harapnya. (den/ida/ce1)