Sheila On 7 Sedot Ribuan Penonton

378
JINGKRAK-JINGKRAK: Ribuan fans, Sheila Gank, berteriak histeris menyaksikan aksi Sheila On 7 di atas panggung Pensaga di halaman SMAN 3 Semarang di Jalan Pemuda No 149 Semarang, Sabtu (1/11) malam. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
 JINGKRAK-JINGKRAK: Ribuan fans, Sheila Gank, berteriak histeris menyaksikan aksi Sheila On 7 di atas panggung Pensaga di halaman SMAN 3 Semarang di Jalan Pemuda No 149 Semarang, Sabtu (1/11) malam. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

JINGKRAK-JINGKRAK: Ribuan fans, Sheila Gank, berteriak histeris menyaksikan aksi Sheila On 7 di atas panggung Pensaga di halaman SMAN 3 Semarang di Jalan Pemuda No 149 Semarang, Sabtu (1/11) malam. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

SEKAYU – Teriakan histeris ribuan penonton melangit saat Akhdiyat ’Duta’ Modjo, sang vokalis Sheila On 7 menyapa di atas panggung Pensaga (Pentas Seni SMAN 3) di halaman Sekolah Menengah Negeri (SMAN) 3 Semarang di Jalan Pemuda No 149 Semarang, Sabtu (1/11) malam.

Menyusul, sang gitaris Eross Candra, yang langsung mengumbar cabikan gitar distorsi Fender Telecaster kesukaannya dengan garang. Terhitung sejak berdiri 6 Mei 1996 silam, Sheila On 7 bisa dibilang mampu mempertahankan karakter musiknya yang khas dan mempunyai daya tarik kuat.

Hal itu dibuktikan, mampu menyedot ribuan penonton yang rata-rata masih berusia belia untuk berjingkrak-jingkrak kegirangan. Jadikan Aku Pacarmu dipilih menjadi lagu andalan untuk membuka penampilannya di malam Pensaga bertitle Time Synergy itu.
Band fenomenal asal Jogjakarta ini mampu mengobati rasa rindu para Sheila Gank- sebutan fans berat Sheila On 7, di Kota Semarang. Tak kaget apabila ribuan penonton, nyaris hafal setiap bait lagu yang dibawakan Duta dan kawan-kawannya. ”Jadikan aku pacarmu, kan kubingkai selalu indahmu. Jadikanlah aku pacarmu, iringilah kisahku,” teriak ribuan penonton menirukan sang vokalis, sembari mengangkat tangannya.

Suasana malam tambah haru saat menginjak lagu Sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan. Lagu yang menceritakan tentang romantisme dua kisah klasik; pertemuan dan perpisahan itu sering dinyanyikan saat acara perpisahan. ”Berbahagia sekali bisa berdiri dan menyapa teman-teman di SMA 3 Semarang, salah satu sekolah favorit di Indonesia! Selamat ulang tahun!” ujar Duta dengan mikrofonnya.

Sheila On 7 tampil memukau dengan komposisi minimalis; Duta (Akhdiyat Duta Modjo, vokal), Eross (Eross Candra, gitar), Adam (Adam Muhammad Subarkah, bass), serta Brian (Brian Kresna Putro, drum), serta melibatkan seorang additional player pada keyboard. Kurang lebih selama 1,5 jam, sebanyak 15 lagu andalan Sheila On 7 mampu menguras keringat dingin para penonton.
Tanggal 1 November dipilih menjadi hari perhelatan Pensaga karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) SMA 3 yang berdiri sejak 1 November 1877 dengan nama awalnya Hogere Burger School (HBS).

Konser Pensaga tidak hanya untuk kalangan SMA 3, namun sejumlah fans berat Sheila On 7 dari berbagai daerah seperti Pati, Demak, Kudus, Purwodadi, Kendal dan masyarakat Kota Semarang turut menikmati romantisme malam akhir pekan tersebut. Pantas saja, sepanjang pinggir Jalan Pemuda berjubel sepeda motor parkir, termasuk di area Balai Kota Semarang, dan Markas Kodim 0733 BS Semarang. Sehingga arus lalu lintas di jalur tersebut tersendat.

Seorang penonton asal Demak, Dewi, 22, mengaku berangkat bersama delapan rekannya hanya untuk menyaksikan sang idolanya dari jarak dekat. ”Sejak dulu, saya nge-fans banget sama Kak Duta. Lagu-lagunya simpel, asyik dan unik. Orangnya lucu-lucu, lugu, penampilannya sangat sederhana dan suara vokalnya khas,” ujarnya.

Dipandu oleh dua pemuda kocak sebagai Master of Ceremonies (MC), membuat acara Pensaga tersebut berlangsung meriah. Sebelumnya, Maliq & D’Essentials, band beraliran jazz asal Jakarta, turut menghanyutkan penonton Pensaga.

Humas Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Semarang, Drs Rosikin mengatakan, acara Pensaga murni inisiatif dan kreativitas siswa SMAN 3 sendiri. ”Itu full kemauan dan hasil karya anak-anak sendiri. Kami hanya memberi support dan membina saja. Pembiayaan semuanya anak-anak, baik mencari kerja sama, sponsor, jualan produk karya dan lain-lain. Meski sempat terseok-seok, tapi akhirnya berjalan lancar,” katanya. (mg5/ida/ce1)