Dua Polisi Tembak Pengunjung Karaoke

370

SEMARANG – Seorang pengunjung rumah karaoke di Salatiga ditembak oleh dua oknum polisi, Minggu (2/11) dini hari sekitar pukul 00.25. Korban diketahui bernama Faizun, 26, warga Dusun Modangan RT 01 RW 08 Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.
Ironisnya, korban ditembak dua kali menggunakan senjata api jenis airsoft gun hanya dari jarak setengah meter. Bahkan, hingga petang kemarin (3/11), dua peluru jenis metal masih bersarang di tulang bawah mata bagian kiri dan di bawah telinga bagian kiri korban.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, aksi penembakan itu bermula Minggu (2/11) sekitar pukul 00.15, Faizun bersama dua temannya, Dion dan Bayu, baru saja keluar usai berkaraoke di Kafe dan Karaoke Intan, Sarirejo, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Begitu sampai di depan Karaoke Intan, ketiganya bertemu dengan dua pria tak dikenal yang baru turun dari sepeda motor.

”Dua pria itu langsung marah-marah kepada Bayu, teman saya. Terjadilah cekcok mulut hingga terjadi perkelahian. Cekcok itu sendiri dipicu oleh salah paham. Bayu dituduh merebut cewek pemandu karaoke yang menjadi pacar dari salah satu pria tak dikenal itu,” jelas Faizun ditemui Radar Semarang di ruang Merak No 8 RSUP dr Kariadi Semarang, Senin (3/11).

Cekcok mulut itu berkembang menjadi aksi perkelahian. Nah, saat terlibat pertikaian itu, lanjut Faizun, datanglah dua pria yang mengaku anggota polisi. Dua polisi itu diduga bermaksud hendak melerai perkelahian Bayu. Tapi, antara Bayu dan dua polisi yang belakangan diketahui bernama Bripda FWY, 21, anggota Polri yang tinggal di Dusun Gulon RT 01 RW 01 Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, dan Bripda Fr itu malah terlibat perkelahian.

”Melihat itu, saya bermaksud melerai. Tapi saya malah dipukul sama anggota polisi itu. Lalu saya membalas memukul. Dia teriak ’saya polisi, kalau kamu berani sama saya, tak bunuh kamu’,” ujar Faizun menirukan ancaman oknum polisi tersebut.

Mendengar ancaman itu, Faizun terpancing emosinya. Perkelahian dengan dua oknum polisi itu pun semakin seru. Saat itulah, salah satu anggota polisi yang tidak mengenakan seragam dinas menembakkan pistol airsoft gun hingga mengenai Faizun.

”Saya ditembak dari jarak setengah meter, mengenai wajah saya. Sebanyak dua tembakan. Tidak ada tembakan peringatan apa-apa, langsung tembak aja,” bebernya.

Tak hanya menembak, kata Faizun, dua oknum polisi dari Lembaga Pendidikan (Lemdik) Polri Banyubiru itu juga membabi buta menghajar dirinya dengan pukulan tangan kosong. ”Saya sendiri saat itu sudah bersimbah darah,” katanya.

Warga yang mendengar suara tembakan itu pun langsung melaporkan ke Polsek Sidorejo, Salatiga. ”Saya lalu dibawa ke rumah sakit di Salatiga. Sedangkan dua anggota polisi tersebut dibawa ke Polsek Sidorejo,” ujarnya.

Akibat penembakan itu, Faizun mengalami pendarahan di bagian wajah, tepatnya di bawah mata bagian kiri dan di bawah telinga bagian kiri. Ia dilarikan ke RS Ananda di Jalan Ki Penjawi Salatiga, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP dr Kariadi, Semarang.

Hingga Senin petang (3/11), korban masih dirawat intensif, dan menunggu proses operasi bedah. Sebab, dua peluru masih bersarang di tulang bawah mata bagian kiri dan di bawah telinga kiri.

Jack Eko, 25, operator Karaoke Intan saat ditemui wartawan, sore kemarin berusaha menutupi kasus penembakan tersebut. ”Saat di sini setahu saya sudah didamaikan, dan keluar dari sini tidak ada masalah,” terang Jack Eko.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sidorejo AKP Jumaeri mengatakan kalau kasus tersebut sudah dilimpahkan penanganannya ke Polres Salatiga. ”Silakan langsung ke Polres Salatiga karena sudah kita limpahkan ke sana,” katanya.

Namun saat Kasubbag Humas Polres Salatiga AKP Djoko Lelono dimintai konfirmasinya, justru meminta wartawan balik meminta keterangan kepada Kapolsek Sidorejo. (mg5/sas/aro/ce1)