Gol Detik ke-14 Arga Menangkan Jateng

363
TERENGAH-ENGAH: Laga seru babak kualifikasi PON Remaja I Wilayah III antara Jateng melawan Jabar yang berlangsung sejak pukul 13.30 siang kemarin di Stadion Citarum, membuat para pemain kepanasan. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TERENGAH-ENGAH: Laga seru babak kualifikasi PON Remaja I Wilayah III antara Jateng melawan Jabar yang berlangsung sejak pukul 13.30 siang kemarin di Stadion Citarum, membuat para pemain kepanasan. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TERENGAH-ENGAH: Laga seru babak kualifikasi PON Remaja I Wilayah III antara Jateng melawan Jabar yang berlangsung sejak pukul 13.30 siang kemarin di Stadion Citarum, membuat para pemain kepanasan. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tim sepak bola Jateng mengawali babak kualifikasi PON Remaja I Wilayah III dengan manis, sekaligus membuka peluang lolos ke ajang multievent tersebut. Di laga perdana yang digelar di Stadion Citarum Semarang kemarin, Jateng sukses menundukkan Jabar 1-0.

Gol semata wayang Jateng di laga prdana kemarin dicetak oleh Arga Permana. Yang menarik, gol Arga kemarin menjadi gol tercepat yang dia cetak di detik ke 14 setelah kickoff tanda dimulainya pertandingan.

Pasca gol Arga tersebut Jateng sebenarnya banyak menciptakan peluang. Namun kali ini Jateng gagal menaklukkan penampiln ciamik kiper Jabar, Rafly Azhari Maulana dan memaksa keunggulan tipis 1-0 tuan rumah bertahan hingga laga usai.

Pelatih Jateng, Ashadi mengaku bersukur anak-anak asuhnya mampu melewati hadangan perdana dari tim tangguh Jabar. Di hari kedua sore (4/11) nanti, Jateng akan menghadapi perlawanan DI Jogjakarta.

Namun meski menang, pria yang juga arsitek Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng itu juga berharap anak-anak asuhnya mampu memperbaiki penyelesaian akhir di laga kedua versus DI Jogjakarta sore nanti. “Meski menang penampilan kami dibawah form terbaik banyak peluang-peluang yang seharusnya menjadi gol gagal dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak hal itu tidak boleh terjadi lagi pada pertandingan selanjutnya,” terangnya.

Sementara ditemui di tempat yang sama, Manajer tim Jateng, Edi Sayudi mengatakan, meski berstatus sebagai tuan rumah, Jateng tetap harus tampil fight dengan siapapun mereka berhadapan untuk mengamankan tiket lolos ke PON Remaja I di Surabaya 6-12 Desember mendatang. “Persaingan dengan daerah lain terutama di Jawa pastinya akan sangat ketat dan sengit. Tapi kami optimistis anak-anak mampu memberikan hasil terbaik, apalagi stok kami untuk pemain-pemain muda luar biasa banyaknya,” katanya.

Kemudian di kubu Jabar, arsitek mereka, Adjat Sudrajat usai laga kemarin juga mengakui anak-anak asuhnya gagal adaptasi dengan baik cuaca di Kota Semarang sehingga siang kemarin Aldi Renaldi dkk diakuinya sulit mengembangkan permainan. “Cuaca di Semarang sangat panas sehingga anak-anak harus melakukan adaptasi. Tapi tidak masalah masih ada tiga pertandingan dan kami harus tampil lebih baik dari pertandingan pertama ini,” terang mantan striker nasional itu.

Kemudian di laga kedua yang juga digelar di tempat yang sama sore (3/11) kemarin, wakil lainnya yaitu Provinsi Banten juga berhasil memetik poin penuh setelah juga menang tipis 1-0 atas DI Jogjakarta. (bas/smu)