Pengusaha Angkutan Ajukan Protes

462
BRT DITOLAK : Kabid Angkutan Jalan Dinhubkominfo Jateng, Untung Sirinanto (tengah) saat memberikan materi sosialisasi BRT Koridor Semarang-Kendal di Gedung OR Kantor Bupati Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 BRT DITOLAK : Kabid Angkutan Jalan Dinhubkominfo Jateng, Untung Sirinanto (tengah) saat memberikan materi sosialisasi BRT Koridor Semarang-Kendal di Gedung OR Kantor Bupati Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

BRT DITOLAK : Kabid Angkutan Jalan Dinhubkominfo Jateng, Untung Sirinanto (tengah) saat memberikan materi sosialisasi BRT Koridor Semarang-Kendal di Gedung OR Kantor Bupati Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Rencana masuknya Bus Rapid Transit (BRT) koridor Semarang-Kendal menuai sejumlah protes dari para pengusaha angkutan darat. Pasalnya, BRT dinilai justru akan menjadi pesaing berat dan mengurangi keuntungan pelaku angkutan darat.

Protes tersebut disampaikan para pengusaha angkutan darat dalam Sosialisasi Angkutan Aglomerasi Trans Kedungsepur Koridor Semarang-Kendal di gedung Operational Room Kantor Bupati Kendal Senin (3/11). Menurut para pengusaha, BRT akan mengancam keberadaan angkutan darat yang ada saat ini.

Para pengusaha angkutan darat menolak, karena saat ini angkutan di Kendal sudah terlalu banyak. Apalagi rute yang ada jumlahnya sedikit tidak seperti di kota lain seperti Semarang. Bahkan antusiasme masyarakat terhadap angkutan menurun lantaran masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi.

“Jika sampai BRT masuk, maka yang jadi korban adalah pengusaha angkutan yang ada di daerah. Karena masyarakat pasti akan lebih memilih menggunakan BRT,” ujar Ketua Paguyuban Angkutan Metromini Bahurekso, Muslimin.

Apalagi, lanjut Muslimin, rute angkutan Kendal-Semarang hanya melayani sampai Terminal Mangkang-Semarang saja. Angkutan Kendal-Semarang tidak boleh memasuki kawasan perkotaan Semarang. “Sementara BRT Kendal-Semarang melalui Simpanglima-Terminal Bahurekso,” keluhnya.

Terkecuali jika bus-bus dari Kendal seluruhnya diperbolehkan masuk Kota Semarang. Maka pengusaha siap bersaing karena potensi penumpang lebih banyak dari Kota Semarang ketimbang dari Kendal. “Meskipun hanya masuk sampai Pasar Jrakah saja tidak masalah. Kalau cuma rute Weleri-Terminal Bahurekso maka penumpang akan memilih BRT yang sampai Simpanglima yang panjang,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Budiono, Ketua Paguyuban Angkutan Kendal-Weleri. Menurutnya sebelum menambah angkutan dari luar, pemerintah harusnya memperhatikan pengusaha angkutan darat yang ada di daerahnya. “Angkutan darat yang ada ini diberdayakan maksimal, jangan menambah karena pasti akan mendapat penolakan,” tuturnya.

Ia berharap, para legislator di Komisi C DPRD Kendal bisa memperjuangkan nasib para sopir, kernet maupun pengusaha angkutan darat di Kendal. “Dewan harus bisa melihat realitas yang ada dan membela kepentingan rakyatnya,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Jateng, Untung Sirinanto mengatakan keberadaan BRT koridor Semarang-Kendal ini adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Yakni angkutan yang aman, nyaman dan murah.

“Ini baru tahap sosialisasi saja, ke depan masih perlu di bahas memang terutama dengan pelaku angkutan darat. Sebab BRT ini nantinya bisa dikelola sendiri oleh pengusaha angkutan darat di Kendal, sehingga kami memberikan kesempatan luas bagi pengusaha di Kendal yang bisa menyediakan angkutan BRT sesuai dengan tipe yang kami syaratkan,” timpalnya.

Rencananya BRT akan mulai dioperasikan 2015 mendatang dengan jumlah bus sebanyak 25 unit. Dengan jumlah unit sekian, maka jarak tempuh atau waktu tunggu di halte yang ada kisaran 10-15 menit. “Beroperasi dari pagi hingga malam 23.00 WIB,” tambahnya. (bud/ric)