Diduga Ada Upeti Masuk Trantib Pegandon

339

KENDAL—Maraknya penambangan Galian C ilegal di Kendal diduga lantaran ada kongkalikong. Salah satunya penambangan pasir Dukuh Tanjung, Desa Wonosari Kecamatan Pegandon yang baru disidak oleh Bupati Kendal, Senin (3/11) lalu.

Diduga penambangan pasir di desa tersebut lantaran ada izin dari oknum Keamanan Ketahanan dan Ketertiban (Trantib) di tingkat Kecamatan Pegandon. Hal itu diketahui jika penambangan pasir ilegal tersebut sudah cukup lama. Namun sama sekali tidak ada teguran aparat kecamatan. Bahkan dengan mudah, kendaraan berat seperti backhoe dan dump truk pengangkut galian pasir dengan mudahnya melintas.

Dari informasi yang dihimpun Radar Semarang, diduga ada upeti yang disetorkan ke pihak Trantib Kecamatan maupun aparat desa setempat. Yakni, setiap kendaraan truk yang lewat harus membayar upeti Rp 10 ribu per kendaraan.

Camat Pegandon, Sumartoyo mengaku tidak mengetahui siapa oknum yang sudah menarik upeti. Namun pihaknya berjanji akan mengusut oknum-oknumnya. “Bagi pejabat kecamatan yang terlibat dalam aksi penambangan liar ini, kami laporkan pada yang berwenang,” ujar Sumartoyo.

Dari data yang didapatnya, aksi penambangan liar tersebut diketahui milik sebuah perusahaan swasta di Semarang. Setelah diteliti izin-izinnya, ternyata tidak memiliki izin penambangan.

Bupati Widya Kandi Susanti mengatakan terkait sidaknya tersebut, akan segera memanggil pemilik penambangan tersebut guna mempertanggungjawabkan aktivitas ilegal yang dilakukannya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dan Kasi Trantib untuk menindak tegas aksi penambangan liar ini. Terlebih, kami akan segera memanggil pemiliknya,” kata Widya. (bud/ida)