Ngadu ke OJK, Nasabah Asuransi Diusir

398
KECEWA: Seorang nasabah Asuransi Bumi Asih Jaya Cabang Semarang saat mengadu di OJK kantor Semarang kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
KECEWA: Seorang nasabah Asuransi Bumi Asih Jaya Cabang Semarang saat mengadu di OJK kantor Semarang kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
KECEWA: Seorang nasabah Asuransi Bumi Asih Jaya Cabang Semarang saat mengadu di OJK kantor Semarang kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Malang menimpa belasan nasabah Asuransi Bumi Asih Jaya Cabang Semarang yang hendak meminta penjelasan atas dibekukannya perusahaan asuransi tersebut yang mengalami kebangkrutan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Semarang yang berkantor di Bank Indonesia (BI) Pleburan, Semarang. Belasan nasabah yang mayoritas lanjut usia ini malah mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakkan lantaran diusir oleh satpam OJK Semarang, dan tidak ditemui oleh pejabat OJK, Selasa (4/10) siang.

Dengan wajah lemas bercampur kecewa, belasan nasabah Asuransi Bumi Asih Jaya itu pun pulang dengan tangan hampa lantaran tidak tahu harus mengadu ke mana berkaitan putusan pailit oleh OJK Pusat sejak Oktober 2013 lalu. Petugas sekuriti OJK Semarang terkesan menghalang-halangi para nasabah dengan dalih belum mengantongi surat resmi pengajuan pengaduan.

Salah satu nasabah, Sri Hardani, 70, warga Jalan Kaliwiru II, Semarang mengaku kecewa lantaran pihak perusahaan ataupun OJK tidak memberi informasi kepada para nasabah jika perusahaan asuransi tersebut bangkrut dan ditutup.

”Kami tidak tahu harus mengadu ke siapa, makanya datang ke OJK untuk mencari informasi tentang pengaduan sengketa nasabah dengan pihak asuransi. Bukan penjelasan yang kami terima, malah pengusiran,” keluhnya.

Sri menjelaskan, jika dirinya membayar polis asuransi 10 tahun dengan setoran setiap bulannya 16 USD dengan premi 1.000 USD ketika pengambilan. ”Saya mulai cemas ketika uang yang saya terima tidak sampai 1.000 USD, kurs dolarnya pun terkesan asal-asalan. Kalau sudah begini nanti kalau pengurusan ahli waris kan susah, soalnya tidak ada niat baik untuk mengembalikan uang,” katanya.

Nasabah lainnya, Inti Sulami, 69, warga Puri Anjasmoro, Semarang, mengatakan, jika pada Februari lalu saat jatuh tempo klaim asuransi pendidikan, dirinya mendatangi kantor Asuransi Bumi Asih Jaya Cabang Semarang Jalan dr Wahidin untuk menanyakan status klaim dana polis asuransinya. Namun harapan kosong yang didapatkan.

”Saya hanya diminta menyerahkan dokumen polis asli dan fotokopi KTP. Kemudian saya hanya diberikan salinan polisnya dan tanda terima penyerahan berkas. Tapi dana klaim asuransi tidak diberikan,” paparnya.

Fajri, 37, nasabah asal Pleburan Semarang juga mengalami hal yang sama. Ia mengaku dirugikan dengan perlakuan dari OJK yang tidak mau memberikan jalan keluar. ”Kerugian setiap nasabah berbeda, dana klaim tidak bisa cair apalagi polis asuransi,” katanya.

Ketika hendak dikonfirmasi, Radar Semarang juga tidak diizinkan bertemu pejabat OJK Semarang. ”Maaf Mas, kalau belum ada janji tidak bisa. Tidak ada wewenang kami untuk berbicara,” kata seorang sekuriti.

Humas OJK Semarang, Azilsyach Noerdin saat dikonfirmasi mengatakan jika semua pengaduan harus ada surat resminya. ”Nanti surat pengaduan yang masuk kita pelajari lebih dulu,” ujarnya.

Menurutnya, tuntutan para nasabah merupakan kewenangan OJK pusat, meski di Kota Semarang terdapat kantor OJK. ”Itu bukan kewenangan kami, meski begitu laporan bisa diterima dan dikirimkan ke kantor pusat. Soalnya, OJK Semarang tidak punya bagian yang khusus menangani sengketa dan pengaduan asuransi. Selama ini hanya untuk sengketa dan pengaduan perbankan,” katanya. (den/aro/ce1)