Pasien Tumor ”Dipaksa” Pulang

900
LEMAS: Pasien penderita tumor otak Aulia Zulfa Safitri masih dirawat intensif kemarin. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
 LEMAS: Pasien penderita tumor otak Aulia Zulfa Safitri masih dirawat intensif kemarin. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

LEMAS: Pasien penderita tumor otak Aulia Zulfa Safitri masih dirawat intensif kemarin. (M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

RANDUSARI – Nasib nahas dialami Aulia Zulfa Safitri, 7, warga Desa Lambangan Wetan, Kecamatan Bulu, Rembang. Penderita tumor otak itu ”dipulangkan paksa” oleh RSUP dr Kariadi meski sakitnya belum sembuh dan masih perlu perawatan medis. Biaya perawatan Aulia sendiri menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Ayah Aulia, Bawoto mengaku kaget ketika pihak RSUP dr Kariadi memutuskan kalau putrinya sudah bisa dibawa pulang pascaoperasi dengan alasan kondisinya sudah membaik pada Kamis (30/10) lalu. Padahal kemarin, kondisi Aulia masih terlihat lemas, gemetaran dan masih mengalami bengkak di bagian dahinya.

”Ya, lihat saja bagaimana keadaan anak saya. Saya ini orang nggak tahu masalah medis, sehingga waktu pihak RS Kariadi menjelaskan anak saya sebaiknya pulang, ya saya bisa apa. Tapi saya ya tidak tega, karena anak saya keadaannya masih begitu memprihatinkan,” katanya kepada Radar Semarang, Selasa (4/11).

Mendengar keputusan tim dokter tersebut, dirinya tidak lantas menurutinya. Dia menunggu hingga Senin (3/11) lalu, karena ingin berkomunikasi terlebih dahulu dengan dr Asri Purwati, SpA, dokter yang kali pertama menangani putrinya. Menurutnya, hanya dr Asri yang mengetahui kondisi rekam medis anaknya.

”Kamis (30/10) lalu, sebenarnya saya sudah disuruh pulang. Tapi saya menolak pulang, sampai Senin (3/11) karena kebetulan dr Asri baru pulang dari luar negeri. Saya langsung konsultasi dengan beliau,” ujarnya.

Saat konsultasi itu, dr Asri menyetujui saat Bawoto hendak memindahkan Aulia ke RS Telogorejo Semarang agar mendapatkan pelayanan lebih baik. ”Bu dokter Asri setuju dipindah ke RS Telogorejo. Kebetulan beliau juga praktik di sana. Makanya begitu keluar dari Kariadi, langsung saya putuskan ke RS Telogorejo. Soalnya kalau di rumah kan anak saya tidak mendapat perawatan seperti di rumah sakit,” ungkapnya.

Ia menyayangkan keputusan pihak RSUP dr Kariadi yang menyatakan putrinya sudah membaik. Padahal Aulia masih butuh perawatan intensif.

Terpisah, Kepala Humas RSUP dr Kariadi, dr Darwito, membantah kalau pihak rumah sakit telah memulangkan paksa pasien BPJS kesehatan atas nama Aulia Zulfa Safitri. Ia menjelaskan, kalau pihaknya memulangkan pasien tersebut sudah berdasarkan pertimbangan medis dan koordinasi dengan dokter ahli yang menangani.

Selain itu, kata dia, rekam medis kondisi Aulia menunjukkan tanda-tanda sudah membaik yang terlihat dari tingkat Glasgow Coma Scale atau GCS-nya dari 8 meningkat menjadi 12. Bahkan selama kurang lebih tiga bulan dirawat di RSUP dr Kariadi, Aulia telah menjalani operasi sebanyak dua kali pengambilan tumor.

”Pasien Aulia terkena penyakit tumor otak dalam istilah medis disebut vario cranium, yakni jenis tumor jinak residif yang meski sudah diambil dapat tumbuh kembali. Untuk kembali pulih 100 persen secara medis tidak mungkin. Kami juga tegaskan, pasien sudah mendapat penanganan medis. Kami melayani berdasarkan kebutuhan pasien, bukan berdasarkan keinginan,” terangnya.

Dikatakan, jika pasien berpindah ke rumah sakit lain merupakan hak pasien dan keluarganya. Namun, hal itu dirasa sama saja. ”Kita lihat saja nanti, dokter pasti juga akan memintanya untuk pulang. Karena secara medis memang sudah dinyatakan boleh pulang dan dirawat di rumah. Kalau terlalu lama di rumah sakit justru bahaya akan terkena infeksi nosokimial,” katanya.

Humas RS Telogorejo, Devi, membenarkan, pasien atas nama Aulia Zulfa Safira, asal Rembang telah dirawat di ruang khusus anak Bougenville No 311. ”Pasien tersebut datang tadi malam (Senin (3/11, malam),” ujarnya. (mg9/aro/ce1)