Pembangunan Pelabuhan Niaga Terkendala Lahan

272
DIKEBUT : Pembangunan pemecah ombak Pelabuhan Kendal hingga kini masih belum selesai. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
DIKEBUT : Pembangunan pemecah ombak Pelabuhan Kendal hingga kini masih belum selesai. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
DIKEBUT : Pembangunan pemecah ombak Pelabuhan Kendal hingga kini masih belum selesai. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Pemkab Kendal mulai merencanakan pembangunan pelabuhan niaga, selain pelabuhan kapal penumpang. Pasalnya, Pelabuhan Kendal nantinya juga diperuntukkan untuk mengangkut peti kemas atau urusan niaga.

Kepala Dinas Perubungan Kendal, Subarso mengatakan tahapan terakhir pembangunan pelabuhan yakni menyelesaikan pemecah ombak atau break water. Setelah itu kelengkapan sarana dan prasarana fasilitas penunjang pelabuhan dan SDM yang dibutuhkan.

“Sedangkan pelabuhan niaga saat ini masih terkendala belum selesainya pengerjaan akses jalan masuk ke pelabuhan. Pembangunan jalan ke dermaga penumpang masih kurang sekitar 20 persen,” ujar Subarso, Selasa (4/11) kemarin.

Selain akses jalan yang belum selesai, pembangunan pelabuhan niaga juga terkendala penyediaan lahan yang kurang. “Kami masih kekurangan 3,1 hektare lahan sebagaiamana disyaratkan oleh Kementrian Perhubungan untuk mendirikan pelabuhan niaga,” tuturnya.
Upaya selanjutnya adalah membebaskan lahan dari masyarakat sesuai dengan harga appraisal yang telah ditetapkan. Namun, Subarso memastikan tidak ada masalah, karena saat ini sudah dimulai bermusyawarah dengan warga pemilik lahan untuk menemukan harga sesuai kesepakatan.

Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti mengatakan jika saat ini pihaknya sudah mengantongi izin operasional pelabuhan penumpang dengan rute Kendal-Kumai, Kalimantan Tengah.

Bahkan kapal-kapal dari Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang sudah akan mulai dipindahkan ke Pelabuhan Tanjung Kendal. Selain itu, ada beberapa Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya juga akan berlabuh ke Pelabuhan Tanjung Kendal.

Widya meyakini, Pelabuhan Tanjung Kendal nantinya bisa menjadi pelabuhan sekelas internasional. Yakni yang bisa melayani angkutan kapal keseluruh berbagai penjuru. “Kami tinggal menyediakan tenaga untuk mengatur lalu lintas kapal,” jelasnya. (bud/ida)