Proyek RS Ketileng Disorot

271
TAK SESUAI TARGET: Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang saat sidak pembangunan gedung perawatan kesehatan paru dan jantung di RSUD Kota Semarang kemarin. (M. RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
 TAK SESUAI TARGET: Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang saat sidak pembangunan gedung perawatan kesehatan paru dan jantung di RSUD Kota Semarang kemarin. (M. RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)

TAK SESUAI TARGET: Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang saat sidak pembangunan gedung perawatan kesehatan paru dan jantung di RSUD Kota Semarang kemarin. (M. RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)

SENDANG MULYO – Pembangunan gedung Perawatan Kesehatan Paru dan Jantung di RSUD Kota Semarang (RS Ketileng) mendapat sorotan Komisi D DPRD Kota Semarang. Pasalnya, progres pembangunan dianggap lamban. Berdasarkan target, proyek yang menelan anggaran Rp 6,6 miliar itu harus selesai pada pertengahan Desember 2014, namun hingga kini pencapaiannya baru 19,6 persen.

”Kami mendapat informasi proses pembangunan gedung ini lamban, jadi kami ingin melihat dari dekat sekaligus mendorong kontraktor agar segera menyelesaikan kewajibannya,” terang Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Laser Narindro di sela kunjungan ke RSUD Ketileng, Selasa (4/11).

Sesuai dengan rencana kerja, pembangunan gedung ini harus rampung dalam 150 hari kerja dengan tenggat pertengahan Desember. Sumber anggarannya berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) dan bukan dari APBD Kota Semarang. Meski demikian, Komisi D memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal proses pembangunan karena berada dalam ranah kerjanya.

”Memang anggarannya bukan bersumber dari APBD Kota Semarang 2014, tapi kami memiliki tanggung jawab mengawal program pembangunan ini sebagai bentuk pengawasan,” katanya.

Komisi D telah meminta kontraktor pelaksana untuk menambah jumlah tenaga kerja. Selain itu, juga menambah jam kerja menjadi dua hingga tiga shift. ”Progresnya masih sangat minim, sehingga harus dipercepat. Penambahan jam dan tenaga kerja, kami yakini mampu mengejar ketertinggalan proses pembangunan karena di tahun depan, anggaran DBHCT akan kembali dikucurkan untuk pengadaan alat dan interior,” tegasnya.

Kontaktor Pelaksana PT Ghories, Anwar M, mengakui jika progres pembangunan cukup lambat. Namun dengan diselesaikannya struktur bangunan, pihaknya optimistis bisa selesai tepat waktu.

Dia menjelaskan, beberapa tahap besar seperti pengecoran dan pembuatan struktur sudah rampung. Dengan demikian, tinggal memasang atap dan finishing yang diklaim bisa selesai dalam waktu satu bulan. ”Kami akan tambah tenaga kerja yang sekarang sudah berjumlah 25 orang. Kami akan kebut siang dan malam,” ujarnya optimistis. (zal/aro/ce1)