Bencana Longsor Teror Bongsari

335
WASWAS: Rumah milik Kusni warga RT 01 RW 04 yang longsor. Kondisi tersebut membuat warga setempat khawatir terjadi longsor susulan. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
 WASWAS: Rumah milik Kusni warga RT 01 RW 04 yang longsor. Kondisi tersebut membuat warga setempat khawatir terjadi longsor susulan. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

WASWAS: Rumah milik Kusni warga RT 01 RW 04 yang longsor. Kondisi tersebut membuat warga setempat khawatir terjadi longsor susulan. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

BONGSARI – Memasuki musim hujan, bencana longsor dan banjir mulai menghantui warga Kota Semarang. Seperti yang terjadi di wilayah Bongsari. Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Selasa (4/11) malam, mengakibatkan sebuah rumah di Jalan Bongsari RT 01 RW 04 Semarang Barat longsor. Meski tak ada korban jiwa, pemilik rumah waswas jika terjadi longsor susulan.

Kondisi rumah milik korban yang berada di lereng tebing terlihat rusak parah pada bagian belakang setelah tergerus longsor. Kamar tidur serta bagian dapur rumah juga ikut ambrol. Bahkan curah hujan yang berintensitas deras dan lama juga menggerus saluran air dan mengakibatkan talut pagar sepanjang 25 meter roboh.

Pemilik rumah, Suyadi mengaku kejadian longsor yang menimpa rumahnya diduga disebabkan guyuran hujan semalam yang terjadi cukup deras dan berintensitas lama. Air yang menggerus tanah pun membuat pondasi tebing yang berada di belakang rumah korban rapuh sehingga longsor. Saat peristiwa longsor terjadi, sang empu rumah sedang berada di dalam kamar. Beruntung titik longsoran tidak di tempat mereka berpijak. ”Anak dan istri saya lagi tidur di kamar belakang yang kelongsoran itu. Begitu terdengar suara tanah gerak, saya langsung menarik anak dan istri saya keluar dari kamar dan lari keluar rumah,” ungkap istri Kusni kepada Radar Semarang, Rabu (5/10) kemarin.

Selain merusak kamar tidur dan bagian dapur rumah miliknya, saluran air dan pagar talut sepanjang 25 meter juga ikut roboh. Dengan kondisi yang masih berantakan, rumah korban tidak lagi bisa ditempati. ”Kondisinya masih rusak. Sementara ini tinggal di tempat saudara. Kami juga khawatir kalau terjadi longsor susulan, sebab ini akan memasuki musim penghujan,” terangnya.

Sementara, warga sekitar Rohmat juga mengungkapkan, meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, para warga yang memiliki rumah lokasinya berada di lereng tebing merasa khawatir akan adanya longsor susulan, mengingat akan memasuki musim penghujan. Bahkan warga juga menutup longsoran dengan menggunakan terpal untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. ”Warga di sini juga cemas, memang kondisinya berada di lereng tebing. Apalagi akan memasuki musim penghujan. Nantinya semua warga selalau tetap mewaspadai saat musim penghujan tiba,” pungkasnya. (mg9/zal/ce1)