Permohonan Banding PSIS Ditolak

339
Radar Semarang
Radar Semarang
Radar Semarang

SEMARANG – Keinginan PSIS untuk terbebas dari sanksi diskualifikasi dari kompetisi Divisi Utama buntut dari sepak bola gajah gagal terealisasi. Kemarin, Komisi Banding (Komding) PSIS menolak permintaan kedua tim baik PSIS maupun PSS Sleman yang mengajukan banding atas hukuman diskualifikasi yang mereka terima dari Komdis beberapa waktu lalu.

Keputusan dikeluarkan dengan berpatokan pada Statuta 2014 pasal 118 huruf e, yang juga tertuang di Statuta 2008 pasal 127. “Kami melihat fakta dan sesuai Statuta 2014, dahulunya Statuta 2008, itu merupakan keputusan Komdis yang tidak bisa dibanding. Setelah mendalami Kode Disiplin, keputusan itu memang tidak bisa dibanding karena tingkah laku buruk yang diatur pada pasal 69 dan 64 di edisi yang baru atau pasal 71 dan 77 edisi 1988,” kata anggota Komisi Banding, Alfred Simanjuntak.

Keputusan tersebut keluar setelah Komdis PSSI melakukan pemeriksaan lanjutan kepada dua tim yang bersangkutan. Kamis (6/11) kemarin Komdis PSSI meminta keterangan tentang laga melawan PSS di Lapangan AAU Yogyakarta, 26 Oktober lalu kepada para punggawa PSIS Semarang.

General Manajer PSIS, Kairul Anwar dihubungi mengaku secara resmi PSIS belum menerima penolakan tersebut. Namun pihaknya menegaskan, PSIS tetap akan melakukan segala upaya untuk menghindari sanksi diskualifikasi tersebut. “Kami belum mendapat informasi mengenai itu. Tentu kalau banding ditolak, upaya hukum sesuai ketentuan Kode Disiplin, kami meminta pengampunan setelah banding sudah tidak bisa,” kata pria yang juga berprofesi sebagai pengacara tersebut.

Sementara hingga berita ini diturunkan petang kemarin, baik PSSI maupun Komdis secara resmi belum memutuskan langkah lanjutan yang akan mereka berikan kepada PSIS maupun PSS Sleman. Di kubu PSIS sendiri berharap, Komdis tidak membebankan sanksi kepada klub melainkan hukuman personal sehingga mereka berharap tetap bisa melanjutkan langkah di kompetisi kasta kedua itu. (bas/smu)