Desember, Pedagang Bisa Tempati Pasar Projo

326
FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG
FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG
DIKEBUT- Sejumlah pekerja dari PT Handaru Adhi Putra melakukan pekerjaan penyelesaian bangunan pasar Projo Ambarawa tahap II Desember, Pedagang Bisa Tempati Pasar Projo. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

AMBARAWA- Proyek pembangunan pasar Projo Ambarawa tahap II ditarget selesai dan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Semarang pada Desember 2014. Sehingga pada akhir tahun 2014 ini para pedagang sudah dapat menempati pasar semi modern tersebut.
Menurut Direktur Operasional PT Handaru Adhi Putra, Robertus Murjoko, target penyelesaian pembangunan pada 8 Desember 2014. Saat ini pekerjaan pembangunan Pasar Projo Ambarawa tahap II sudah mencapai 88 persen, sehingga tinggal menyisakan 12 persen pekerjaan saja. Sisa pekerjaan tinggal pemasangan keramik di selasar, pembenahan listrik, pembersihan, serta satu pekerjaan besar berupa pemasangan atap gedung parkir. Setelah pemasangan atap gedung parkir, pekerjaan dilanjutkan dengan pengaspalan jalan lingkungan pasar dan pembuatan pos parkir. “Kami yakin selesai tepat waktu. Di bulan ini kita juga pasang instalasi listrik, CCTV dan penangkal petir dan instalasi limbah,” kata Robertus Murjoko, Jumat (7/11) kemarin.

Murjoko mengatakan, untuk penyelesaiaan sisa pekerjaan memang ada sedikit kendala material terutama pasir Merapi. Kendalanya ada pada berkurangnya pasokan karena adanya peraturan di Merapi tidak boleh menggunakan alat berat. Namun hal itu sudah diantisipasi dengan pengadaan pasir lewat Klaten. “Jadi untuk masalah pasir sebenarnya sudah teratasi. Kalau cuaca hujan bukan jadi kendala karena kita sudah tidak ada pekerjaan struktur,” imbuhnya.

Penyelesaian Pasar Projo sudah diharapkan dan ditunggu ribuan pedagang. Bahkan para pedagang sudah minta izin mengecek kondisi kiosnya kendati proyek belum selesai. Murjoko menjelaskan, penyerahan pekerjaan tahap pertama akan dilakukan Desember 2014, dengan masa pemeliharaan enam bulan. Setelah masa pemeliharaan habis akan dilakukan penyerahan tahap kedua. “Penyerahan tahap pertama akan dibarengi perjanjian dengan pedagang agar tidak merusak bangunan utama. Selain itu meminta agar pedagang tidak menyambung listrik sembarangan,” kata Murjoko.

Pengawas Proyek, Danu, menambahkan, Pasar Projo yang dibangun saat ini termasuk pasar semi modern. Sebab terdapat 16 titik hidran yang tersebar di di semua lokasi. Selain hidran saat ini sudah dipasang jaringan listrik dengan pengaman terjadinya korsleting. Fasilitas lainnya adalah Ipal untuk limbah pasar, serta gedung parkir dua lantai dan generator/jenset. “Selain itu gedung utama dan area parkir akan dipasang kamera CCTV. Untuk parkir kendaraan akan menggunakan sistem komputerisasi,” kata Danu. (tyo/zal)