Hari Raya Pengaruhi Pertumbuhan

289

SEMARANG – Pertumbuhan produksi industri mikro dan kecil di Jawa Tengah pada triwulan III mengalami penurunan sebesar 4,57 persen dibanding triwulan II. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh hari raya, yakni produksi akan meningkat menjelang hari raya dan menurun setelahnya.

”Bila diperhatikan, dari tahun ke tahun, ritmenya memang seperti itu. Pada awal triwulan III, kita memasuki hari raya. Maka produksi meningkat di triwulan II. Kemudian setelahnya atau triwulan III menurun,” kata Kepala Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Totok Tavirijanto.

Berdasarkan data BPS, dari 22 kelompok industri, 17 di antaranya memberikan kontribusi penurunan. Yakni, kelompok industri kayu, barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya menyumbang sebesar -9,93 persen. Kemudian kelompok industri pakaian jadi sebesar 9,60 persen dan kelompok industri minuman sebesar 8,51 persen. ”Kalau dilihat dari ritmenya, turun pascahari raya, ya wajar. Asal, pada triwulan II komoditas tersebut tidak mengalami penurunan,” ujarnya.

Sedangkan industri mikro kecil yang mengalami kenaikan di antaranya kelompok industri kendaraan bermotor, trailer dan semitrailer, kemudian kelompok industri furniture, kelompok kertas dan barang, serta kelompok industri bahan kimia.
Totok menambahkan, industri mikro dan kecil merupakan suatu usaha yang didasarkan atas jumlah tenaga kerja antara 1 sampai 19 orang, termasuk di dalamnya adalah industri rumah tangga. Meskipun hanya sebagai industri mikro, namun ikut mendukung dalam pembangunan, khususnya sektor industri.

”Selain itu, sebagai pendukung kelangsungan industri besar dan sedang yang ada di Jawa Tengah. Termasuk juga memberikan kontribusi dalam pertumbuhan regional maupun nasional. Oleh karena itu keberadaan industri mikro kecil ini tidak dapat diabaikan,” tandasnya. (dna/ida/ce1)