MEA Perluas Pasar Jasa Pengiriman

339

SEMARANG – Pertumbuhan pasar logistik di Indonesia sangat menjanjikan. Bahkan potensi tersebut akan semakin luas dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015. Turut memberikan angin segar bagi perusahaan operator rantai pasok dan logistik atau jasa pengiriman barang untuk memperluas jaringan bisnisnya.

Direktur Eksekutif JNE, Johari Zein mengatakan bahwa dengan adanya MEA akan banyak perusahaan logistik asing tertarik menggarap pasar dalam negeri. ”Ini adalah peluang yang baik dan perlu kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Sedangkan terkait pertumbuhan volume pengiriman barang, menurutnya, sektor ini sudah mulai berkembang sejak empat tahun terakhir. JNE sendiri, volume pengiriman barang bisa meningkat hingga 40 persen per tahunnya. ”Belum lagi saat diberlakukan MEA nanti, kami prediksi volume pengiriman barang akan meningkat,” ujarnya.

Melihat peluang tersebut, pihaknya telah mempersiapkan diri dari berbagai sisi. Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, upgrade dan perluasan jaringan, pemanfaatan mesin dan teknologi modern, serta terus meningkatkan kapasitas operasional. ”Pasar yang potensial ini perlu digarap maksimal,” ujarnya.

Namun demikian, tantangan dan persaingan tak hanya datang dari perusahaan asing. Beberapa hal dari dalam juga perlu dibenahi. Salah satu upayanya dengan meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan swasta.

”Untuk industri jasa pengiriman barang, kami juga bergantung pada infrastruktur yang baik. Karena itu, kami berharap pemerintah bisa memaksimalkan perbaikan maupun pembangunan,” ujarnya.

Di samping itu, lanjutnya, dari sisi regulasi terhadap perusahaan asing yang akan masuk ke Indonesia harus diperhatikan. Hal ini sangat penting untuk memproteksi perusahaan lokal. ”Komunikasi yang berkesinambungan juga harus terus dilaksanakan agar peraturan yang diterbitkan dapat berfungsi secara maksimal bagi pelaku industri ini,” tandasnya. (dna/ida/ce1)