Nunggak Sewa, Pujasera Ngaliyan Disegel

498
M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG
M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG
M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG

NGALIYAN – Pusat Jajan Selera Rakyat (Pujasera) Jaya Makmur Ngaliyan, Jumat (7/11), terpaksa disegel petugas Satpol PP Kota Semarang, lantaran tidak membayar sewa kontrak selama 2 tahun.

Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan penyegelan Pujasera Jaya Makmur beserta 20 lapak berukuran 4×8 meter yang ditempati pedagang di dalam Pujasera. Bahkan seorang pedagang hanya terlihat menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan petugas ketika lapaknya disegel. ”Padahal saya sudah membayar setiap bulannya pengurus Pujasera di sini. Tapi kenapa tempat jualan saya disegel,” ungkap Wahyu Basuki,46, warga Ngaliyan kepada Radar Semarang, Jumat (7/11) kemarin.

Wahyudi mengatakan, dirinya berjualan di dalam Pujasera sejak tahun 2006 lalu dan selalu membayar kepada pengurus Pujasera Jaya Makmur setiap bulannya sebesar Rp 2,3 juta per tahunnya untuk satu stan lapak. Nahasnya meski dirinya sudah membayar tetap saja tempat jualannya tetap disegel oleh petugas. ”Saya sudah melakukan pembayaran kepada pengurus 31 Oktober lalu. Tapi saya kaget setelah mendapat informasi dan langsung menuju ke tempat jualan saya, ternyata sudah disegel,” keluhnya.

Hal sama diungkapkan pedagang bakso, Wiwid mengakui tidak terima tempat jualannya yang berada didalam Pujasera disegel. Menurutnya dirinya sudah melakukan pembayaran kepada pengurus mencapai jutaan rupiah. Selain itu, dirinya juga akan meminta pertanggungjawaban kepada para pengurus Pujasera Makmur Jaya. ”Sudah lima tahun saya berjualan di sini dan membayar Rp 7 juta untuk dua stan kepada pengurus. Namun belum sampai habis masa kontraknya sudah disegel. Saya tidak terima, saya akan mencari pengurusnya dan meminta pertanggungjawabannya,” tegasnya.

Kasi Trantib Kecamat Ngaliyan, Sri Mulyanto, mengakui mengakui Pujasera yang dibangun pada tahun 2006 lalu mengalami adanya penunggakan selama dua tahun yakni tahun 2013 sampai tahun 2014. Namun, dari keterangan para pedagang yang berjualan tempat tersebut sudah melakukan pembayaran melalui pengurus Pujasera. ”Sejak tahun 2013 sampai sekarang pengguna tempat tidak menyetorkan ke DPKAD. Namun para pedagang mengaku sudah membayar kepada pengurus. Diduga uang tersebut dibawa kabur oleh ketua paguyuban yang dirinya juga memiliki lapak didalam tempat ini juga,” katanya.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto melalui Kabid Trantibunmas, Kusnandir mengatakan penyegelan Pujasera Jaya Makmur dilakukan karena penghuni tempat tersebut tidak bisa memenuhi administrasi sewa tempat selama 2 tahun yakni tahun 2013-2014. ”Per tahunnya sewa kontrak pengguna Pujasera ini senilai Rp 38 juta dengan jumlah keseluruhan pedagang mencapai 20 stan lapak. Namun pengguna ini tidak bisa memenuhi pembayaran selama 2 tahun ke DPKAD,” ungkapnya. Sebelumnya pemerintah juga sudah melakukan dua kali peneguran. (mg9/zal/ce1)