Buron Penggelap Mobil Rental Dibekuk

360
DIBEKUK : Akhmad Rido, 40, (kiri) saat di interogasi oleh Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono (kanan), di Mapolres setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
  DIBEKUK : Akhmad Rido, 40, (kiri) saat di interogasi oleh Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono (kanan), di Mapolres setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

DIBEKUK : Akhmad Rido, 40, (kiri) saat di interogasi oleh Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono (kanan), di Mapolres setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Jajaran Polres Kendal berhasil membekuk buronan di duga pelaku tindak pidana penipuan dan penggalapan mobil rental. Yakni atas nama tersangka Akhmad Rido, 40, warga Dampelrejo, Kecamatan Ngampel.

Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono mengatakan jika tersangka Rido telah melakukan penipuan dan penggelapan satu unit mobil Nissan Grand Livina dengan nopol H 9192 VG milik korban Sugiyono, 42 yang tidak lain tetangganya. Kejadian bermula pada Maret 2011 ketika tersangka menyewa mobil rental milik Sugiyono. “Di sewa selama 15 hari dengan biaya Rp 4,2 juta. Tapi dalam batas waktu yang telah disepakati bersama itu, pelaku tidak juga mengembalikan mobil korban,” ujar Harryo, Minggu (9/11) kemarin.

Pelaku beralasan mobil di pinjam temannya bernama Ivan. Hal itu dilakukan tersangka Rido tanpa sepengatahuan dan persetujuan Sugiyono selaku pemilik mobil. Lantaran tidak ada kejelasan keberadaan mobil selama lebih dari tujuh bulan, Sugiyono kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya kepada Polres Kendal. Penyidik Kepolisian kemudian menindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan dan menetapkan Rido sebagai tersangka. Tapi tersangka melarikan diri, sehingga kami tetapkan sebagai buron. “Jadi penyidik menyimpulkan modus yang digunakan tersangka Rido adalah dengan berpura-pura menyewa mobil. Jadi mobi di sewa setelah itu di jual kepada orang lain,” jelasnya.

Sedangan terkait keberadaan Ivan, penyidik masih akan melakukan penyelidikan apakah Ivan memang benar ada atau hanya fiktif alias karangan Rido untuk menyangkal tuduhan penipuan dan penyangkalan yang di sangkakan kepadanya. “Masih kami selidiki,” tuturnya.

Atas kejahatannya, Rido di jerat dengan Pasal 372 tentang penggelapan. Ancaman pidananya maksimal empat tahun penjara. “tersangka kami lakukan penahanan di rumah tahanan agar tidak melarikan diri,” tambahnya. Sementara Rido mengaku jika dirinya telah ditipu oleh Ivan temannya. “Katanya dia hanya pinjam mobil, tapi tidak balik,” katanya. (bud/ric)