Ketersediaan Pupuk Subsidi Dipenuhi

356
ANTISIPASI KELANGKAAN : Kepala Dinas Pertanian Demak Ir Wibowo memimpin rakor RDKK pupuk 2015 di kantornya. (Wahib pribadi/radar semarang)
 ANTISIPASI KELANGKAAN : Kepala Dinas Pertanian Demak Ir Wibowo memimpin rakor RDKK pupuk 2015 di kantornya. (Wahib pribadi/radar semarang)

ANTISIPASI KELANGKAAN : Kepala Dinas Pertanian Demak Ir Wibowo memimpin rakor RDKK pupuk 2015 di kantornya. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK – Ketersediaan pupuk bersubsidi untuk musim tanam pertama (MT I) akhir tahun ini telah terpenuhi. Ini setelah pengurangan 18 persen di kembalikan ke posisi semula. Artinya, dengan adanya pemenuhan itu diharapkan tidak akan terjadi kelangkaan pupuk di tingkat petani.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Demak, Ir Wibowo mengungkapkan, penyediaan pupuk sudah di sesuaikan lagi dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Karena itu, jika terjadi kekurangan pupuk, bisa jadi ada keterlambatan pengambilan delivery order (DO) oleh distributor ke produsen.

“Insya Allah tidak ada kekurangan pupuk. Sebab, sudah tidak ada lagi pengurangan dari jatah yang semestinya,” ujar dia. Sesuai RDKK 2014, alokasi pupuk telah di bagi sesuai kegunaan sektor masing-masing. Untuk sektor pertanian jatah pupuk urea 47.142, pupuk SP 36 sebanyak 12.443, pupuk ZA ada 10.509, pupuk NPK sebanyak 26.344, dan pupuk organik sebanyak 12.730.

Sedangkan, untuk sektor tanaman pangan, kebutuhan pupuk urea sebanyak 35.357, pupuk SP 36 sebanyak 9.706, pupuk ZA sebanyak 7.409, pupuk NPK ada 20.812, pupuk organik sebanyak 10.120. Untuk sektor perkebunan, urea sebanyak 9.428, SP 36 ada 2.364, ZA sebanyak 3.048, NPK 5.335, dan pupuk organik 2.546. Sementara untuk peternakan, kebutuhan pupuk urea ada 943, SP36 ada 187, ZA ada 26, NPK ada 66, dan organik ada 32. Bidang lain di luar pertanian adalah sektor perikanan. Sektor ini membutuhkan pupuk urea 1.414, SP36 ada 187, ZA 26, NPK ada 132 dan organik sebanyak 32.

Menurut Wibowo, sekarang ini pihaknya sedang membahas ketersediaan pupuk untuk 2015 mendatang. Karena itu, seluruh distributor termasuk pihak produsen dikumpulkan untuk memetakan ketersediaan pupuk untuk petani tersebut. Dia mengatakan, pembahasan RDKK 2015 ini dikoordinasikan langsung oleh Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Demak. “Kita baru melakukan penyusunan RDKK 2015,” jelas Wibowo. (hib/ric)