Sok Akrabi Reserse, Curi 13 Ekor Burung

295

AKAL bulus Joko Purwanto alias Jeker, 27, warga Jalan Karonsih Selatan I/296 RT 9/RW 3, Ngaliyan, Semarang ini akhirnya terkuak. Kesehariannya, Jeker sok akrab dengan anggota Reserse Mobil (Resmob) dan sering main di Mapolsek Mijen. Tapi diam-diam, dia justru mencuri 13 ekor burung di kios Sundoro Pancing, kompleks pedagang kaki lima (PKL) Jatisari, Kelurahan Tambangan, Mijen, Semarang, yang selama ini diburu tim Resmob Polsek Mijen. Bahkan usai mencuri pun, dengan pede-nya ia main ke Mapolsek Mijen menemui para anggota reserse tanpa beban.

Tim Resmob pun nyaris terkecoh. Namun berkat kejelian dan insting pemburu pelaku kriminal yang dimiliki para reserse, akhirnya berhasil mencium gelagat licik tersangka. Setelah beberapa waktu dikuntit, Jeker pun akhirnya dibekuk saat hendak menjual burung curiannya di pasar burung samping Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane Semarang.

Aksi pencurian 13 ekor burung di kios Sundoro Pancing Jatisari itu terjadi pada 24 Oktober 2014 sekitar pukul 01.00, yang lalu itu. Jeker diketahui beraksi dengan dua temannya, yakni Dwi Rohadi alias Telo, 21, warga Jalan Sapta Marga II/105 RT 5 RW 4 Kelurahan Kembangarum, Semarang Barat, yang akhirnya diringkus menyusul kemudian. Sedangkan seorang tersangka lainnya berinisial TP masih menjadi buron.

”Saya hanya diajak oleh TP (buron). Karena sedang tidak punya uang, saya akhirnya mau,” ujar Jeker saat gelar perkara di Mapolsek Mijen, Minggu (9/11).

Diceritakan, malam itu sekitar pukul 01.00, dia berboncengan dengan Dwi Rohadi, sedangkan TP naik motor sendirian. Ketiganya menyambangi toko Sundoro Pancing di kompleks PKL Jatisari. ”Kondisinya sepi, ditinggal pemilik. Kami masuk toko dengan cara menjebol tembok yang terbuat dari batako dan mencongkel pintu di belakang toko,” kata buruh pabrik yang tinggal di Ngadirgo RT 4 RW 5 Mijen, Semarang itu.

Setelah berhasil menggondol 13 ekor burung, dan dua buah sangkar burung, ketiganya langsung kabur. ”Beberapa burung sudah dijual oleh TP. Uang hasil penjualannya dibagi untuk beli rokok,” aku Jeker.

Dari 13 ekor burung tersebut hanya tersisa dua ekor yang belum dijual, masing-masing burung Kenari dan burung Sekoci. Celakanya, saat hendak menjual dua burung tersebut di pasar burung samping LP Kedungpane, Jeker dicokok polisi bersama barang bukti. ”Saya baru sekali ini mencuri,” katanya.

Kapolsek Mijen Kompol Suratmin mengatakan, tersangka sempat mengelabui polisi dengan seolah-olah akrab dengan anggota reserse. ”Anggota kami mencurigai gelagatnya. Setelah diselidiki ternyata benar, Jeker adalah pelaku pencurian burung. Dia ditangkap berikut barang bukti,” kata Suratmin didampingi Kanit Reskrim Polsek Mijen AKP Agus Sulistya.

Pihaknya memperoleh catatan bahwa Jeker diduga juga terlibat aksi kriminalitas di tempat lain. Hingga kemarin, pihaknya masih mengejar seorang tersangka yang sudah diketahui identitasnya. Barang bukti yang diamankan di antaranya 1 ekor burung Kenari, 1 ekor burung Sekoci, 11 sangkar burung, 2 obeng, dan 1 motor Yamaha Mio H-4653-NW. ”Hasil pemeriksaan tersangka, burung-burung yang lain sudah dijual oleh TP yang masih buron,” ujarnya. (mg5/aro/ce1)

JS: Seorang Tersangka Masih Diburu