Warga Pesisir Wedung Kesulitan Air

527
ANTRE AIR : Warga Desa Babalan, Kecamatan Wedung antre air bersih yang dipasok BPBD Demak. Jerigen milik mereka di jajar sepanjang tepi jalan desa yang di betonisasi. (Wahib pribadi/radar semarang)
 ANTRE AIR : Warga Desa Babalan, Kecamatan Wedung antre air bersih yang dipasok BPBD Demak. Jerigen milik mereka di jajar sepanjang tepi jalan desa yang di betonisasi. (Wahib pribadi/radar semarang)

ANTRE AIR : Warga Desa Babalan, Kecamatan Wedung antre air bersih yang dipasok BPBD Demak. Jerigen milik mereka di jajar sepanjang tepi jalan desa yang di betonisasi. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK – Warga pesisir utara Kecamatan Wedung dalam beberapa hari terakhir sudah tidak bisa membeli air jerigen dari para pedagang air keliling dari Jepara. Sebab, air tersebut sudah di hentikan sehingga warga kesulitan membeli air bersih. Satu-satunya jalan hanya mengandalkan bantuan pasokan air bersih dari Pemkab Demak.

Karena itu, untuk membantu warga agar kebutuhan air tercukupi, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak terus menyalurkan air bersih. Kepala BPBD Demak, Anjar Gunadi melalui Kasi Penanganan Kedaruratan, Suprapto mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak 602 tangki air. Masing-masing 5 ribu liter per tangki. Sedangkan, untuk air cadangan masih tersedia 400 tangki. Bantuan tersebut merupakan bantuan dari APBD Demak dan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sekali kirim, BPBD mengerahkan 5 armada mobil tangki.

Setiap mobil tangki memasok tiga kali dalam sehari. Karena itu, total dapat di kirim sebanyak 15 tangki air bersih per hari. “Secara umum, masyarakat masih banyak yang membutuhkan pasokan air bersih. Selagi stok air masih ada, akan kita kirimkan terus langsung ke masyarakat sampai datang musim hujan,” ujar Suprapto. Ini karena sampai sekarang masih jarang hujan sehingga banyak sumber mata air di pedesaan macet. Untuk wilayah Kecamatan Wedung itu memang tidak ada air hujan maupun irigasi.

Mereka juga kesulitan lagi membeli air jerigen dari pedagang Jepara. Menurutnya,warga biasanya membeli air dengan harga Rp 5 ribu per jerigen. Tapi, sekarang sudah tidak boleh membeli lagi. “Para pedagang menyampaikan kepada warga pelanggan, katanya sudah tidak boleh menjual air lagi lantaran sendiri Jepara juga kekurangan air. Akibatnya stok air tandon milik warga pun menipis. Kiriman air dari bantuan tidak bertahan seminggu,” jelasnya.

Berdasarkan data BPBD setempat, untuk wilayah Kecamatan Wedung desa-desa yang masih membutuhkan air bersih adalah Desa Kedungmutih, Kedungkarang, Tedunan, Kendalasem, Mutih Kulon, Mutih Wetan, Bungo, Jung Pasir, Berahan Wetan, dan Desa Babalan. Kemudian, untuk wilayah Kecamatan Mijen adalah Desa Ngegot, Rejosari, Bakung, dan Desa Geneng. Di Kecamatan Bonang, satu desa yang krisis air bersih yaitu Desa Karangrejo serta Desa Mangunan Lor Kecamatan Kebonagung. Sedangkan, untuk desa-desa di wilayah Kecamatan Dempet, Gajah, Karanganyar, Wonosalam tidak kekurangan air bersih karena ada air irigasi yang bisa dialirkan ke embung-embung penampung air. (hib/ric)