Oknum TNI Tembaki Rumah Mantan Pacar

340

NGALIYAN – Seorang oknum anggota TNI AD berinisial Pratu FPR, anggota Yon Arhanudse-15, diperiksa penyidik Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/5 Semarang. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri terkait insiden penembakan yang terjadi di rumah milik Budiyatno di Jalan Taman Sriyatno RT 4 RW 4 Kelurahan Purwoyoso, Ngaliyan, Semarang. Pratu FPR diduga terbakar api cemburu atau sakit hati terhadap seorang wanita bernama Iin Indah Safitri, putri dari Budiyatno. Keduanya pernah terlibat hubungan asmara. Selepas kisah asmara itu putus, Iin dikabarkan hendak merencanakan pernikahan dengan pria pilihannya.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden penembakan tersebut. Hanya saja, kaca rumah milik Budiyatno mengalami kerusakan sebanyak tiga lubang bekas peluru senjata airsoft gun. Juga ditemukan sebutir gotri di sekitar lokasi kejadian.

”Sudah diperiksa. Itu menggunakan senjata airsoft gun. Kami juga masih melakukan investigasi,” kata Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Elphis Rudy saat dikonfirmasi Radar Semarang, kemarin.

Elphis membenarkan, insiden penembakan tersebut dilatarbelakangi asmara. ”Masalah kecil kok. Tidak usah dibesar-besarkan. Ini masalah anak muda, pernah ada hubungan asmara. Dia (Iin) mantan pacarnya. Kami masih lakukan pemeriksaan,” ungkap Kapendam.

Kendati demikian, pihaknya akan terus mendalami lebih lanjut. Penyelesaian jalur mediasi dengan pihak pemilik rumah juga telah dilakukan. ”Itu anggotanya juga masih kecil, umurnya sekitar 21-an. Mungkin melampiaskan emosi sesaat saja, tidak ada niat melukai,” katanya.

Sementara itu, Komandan Denpom IV/5 Semarang, Letkol Tri Wahyuningsih, mengatakan, meski pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap Pratu FPR. Namun demikian, pemeriksaan terhadap pelanggaran disiplin tetap dilakukan.

”Proses tetap jalan, kapan pun penyidik polisi militer membutuhkan, atasan yang bersangkutan wajib menghadirkan. Saat ini kami serahkan ke Ankum (atasan yang berhak menghukum, Red),” ujarnya.

Dikatakannya, pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait insiden penembakan tersebut juga telah dilakukan. Pihaknya membenarkan, motif penembakan tersebut berlatar belakang asmara.

Pihaknya juga akan memberikan sanksi tegas atas tindakan yang merugikan orang lain. Sanksi tersebut bertujuan agar memberikan efek jera terhadap pelaku. Selain itu juga agar personel TNI lainnya tidak melakukan hal serupa di kemudian hari.

”Pelanggaran sekecil apa pun akan kami tindak tegas, terlebih kalau menyangkut ketertiban umum. Tindakan itu sudah tidak disiplin, merusak barang milik orang lain,” katanya.

Diketahui, insiden penembakan tersebut terjadi pada 8 November 2014 sekitar pukul 21.00. Pratu FPR mendatangi rumah Budiyatno di Jalan Taman Sriyatno RT 4 RW 4 Kelurahan Purwoyoso, Ngaliyan.

Saat itu, Pratu FPR tidak masuk ke dalam rumah tersebut. Ia sempat ditemui oleh Iin Indah Safitri, mantan pacarnya, di depan rumah. Iin langsung menyapa dengan kata-kata ”Ada apa mau ke sini?”.

Mendengar pertanyaan itu, Pratu FPR tidak menjawab. Sedangkan Iin sendiri langsung masuk rumah. Sikap dingin tersebut membuat Pratu FPR pulang dengan kekecewaan. Hingga pukul 21.05, Pratu FPR kembali ke rumah mantan pacarnya tersebut dan langsung menembaki sebanyak 3 kali. Setelah puas menembak, Pratu FPR langsung kabur.

Tak lama kemudian, pihak korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngaliyan. Pihak Polsek Ngaliyan kemudian mengarahkan untuk melapor ke Denpom IV/Semarang. Sekitar pukul 01.30, Pratu FPR tiba di Denpom diantar oleh Kapten Wahyu (Danrai R Yon Arhanudse-15) untuk dimintai keterangan. (mg5/aro/ce1)