Diperkosa, Lalu Dijerat Bra

475

TINJOMOYO – Seorang wanita muda yang belum diketahui identitasnya menjadi korban pembunuhan sadis. Wanita yang diperkirakan berusia 30 tahun itu diduga diperkosa, lalu dibunuh dengan cara leher dijerat bra. Jenazah korban ditemukan di tengah hutan wisata Tinjomoyo RT 1 RW 8 Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, Semarang. Tubuh korban telentang dalam kondisi setengah bugil. Kedua tangannya diikat menggunakan tali rambut, di depan kemaluannya.

Sedangkan leher wanita tersebut terjerat bra, serta mulutnya disumpal menggunakan celana dalam wanita. Selain itu, di sekitar kemaluannya bersimbah darah. Diduga korban tengah menstruasi, karena di dekatnya ditemukan pembalut. Sementara celana jins milik korban terlepas di sampingnya. Korban masih mengenakan kaus warna cokelat yang tersingkap.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang di lokasi kejadian menyebutkan, jasad korban kali pertama ditemukan oleh seorang pencari rumput bernama Rahmat, 22, warga Tinjomoyo RT 4 RW 8 Sukorejo, Gunungpati, Semarang, Selasa (11/11) sekitar pukul 17.00.

Awalnya, Rahmat sedang mencari rumput di tengah hutan wisata tersebut. Namun ia mendapati sesosok tubuh. ”Sempat dilempar menggunakan batu di dekatnya oleh saksi, kok diam tak bergerak. Setelah didekati, ternyata mayat wanita. Kondisinya sudah dikerumuni lalat,” jelas Kanit Reskrim Polsek Gunungpati, Ipda Agus Suseno, di lokasi kejadian, tadi malam.

Setelah memastikan korban tak bernyawa, Rahmat langsung melaporkan penemuannya itu di pos penjagaan UPTD Hutan Wisata Tinjomoyo yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, Rahmat bersama petugas piket, Wakidi dan Suparno, serta warga sekitar, menuju lokasi mayat ditemukan di tengah hutan. Penemuan itu kemudian diteruskan ke Polsek Gunungpati.

”Mayat wanita itu kira-kira berusia sekitar 30 sampai 35 tahun. Kondisinya setengah telanjang, ada darah di sekitar kemaluan. Wajahnya lebam-lebam,” ungkapnya.

Setelah dilakukan olah TKP oleh tim Inafis Polrestabes Semarang dan Polsek Gunungpati, sekitar pukul 19.00 tadi malam, jenazah wanita misterius tersebut dievakuasi ke kamar mayat RSUP dr Kariadi guna dilakukan otopsi.

Agus menjelaskan, pihaknya tidak menemukan identitas korban. ”Dugaan sementara, korban diperkosa di tengah hutan, lalu dibunuh dengan cara dijerat menggunakan bra, mulutnya disumpal celana dalam. Namun kami masih menunggu hasil otopsi di RSUP dr Kariadi,” katanya.

Selain itu, lanjut Agus, hasil pemeriksaan fisik korban ditemukan lebam di wajah. Diduga korban mengalami penganiayaan. Mengenai ciri-ciri fisik korban, di bagian perut atau di atas kemaluan terdapat bekas jahitan caesar. ”Diperkirakan kejadiannya siang, masih ada darah segar. Jadi, memang belum lama. Kondisinya saat ditemukan sedang hujan gerimis,” jelasnya.

Ketua RT setempat, Wagimin, 53, yang turut melakukan evakuasi mengatakan, lokasi hutan wisata yang dikelola oleh UPTD Hutan Wisata Tinjomoyo itu memang sepi. Terlebih menjelang sore dan cuacanya hujan. ”Jarang ada yang melintas di jalan tersebut. Kondisinya sepi, sering ada perampasan juga,” katanya.

Jarak lokasi penemuan mayat itu dengan jalan perkampungan sekitar 100 meter. Dikatakannya, penemuan mayat kali ini yang kali kedua. ”Dulu tahun 1991, saya juga menemukan mayat lelaki di hutan atas, umurnya sudah tua. Ini yang kedua kali,” ujarnya.

Dia meyakini, melihat kondisi fisik yang ditemukan, korban memang diduga kuat akan diperkosa. ”Karena memberontak tidak mau, membuat pelaku panik kan juga bisa. Kelihatannya akan diperkosa,” jelasnya. (mg5/aro/ce1)